Menteri PU sebut investasi JSS tak mungkin balik modal

"Mau pasang tarif tol mobil sekali lewat Rp 25 juta pun, (investasi) tidak kembali," ujar Djoko Kirmanto.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Menteri PU sebut investasi JSS tak mungkin balik modal
rapat koordinasi perekonomian. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Kementerian Pekerjaan Umum meragukan investasi pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS). Dengan begitu, investasi mega proyek dikhawatirkan tidak balik modal.

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto mengatakan, para investor yang menanamkan modalnya harus siap merugi setelah membangun JSS.

"Bangun JSS itu tidak mungkin uangnya (investor) kembali dari tarif tol, jadi kalau perusahaan A membangun jembatan, mau pasang tarif tol mobil sekali lewat Rp 25 juta pun, (investasi) tidak kembali," ujarnya saat konferensi pers di Kementerian PU, Jakarta, Senin (24/3).

Menurutnya, pembangun JSS harus ada kompensasi dari bisnis lain sehingga mampu menutup modal perusahaan atau investor.

"Tapi secara finansial tidak visibel. Artinya kalau punya uang dan mau bangun jembatan, nanti pasang tarif tol sampai 100 tahun diberi konsesi pun nggak akan kembali duitnya," jelas dia.

Dia menyarankan, hal yang bisa didapatkan dari pengembang JSS adalah konsesi wilayah. Pengembang JSS akan mendapat wilayah wisata atau properti di wilayah sekitar JSS, dari pemberian pemerintah.

"Misalnya dibangun nanti kekurangan uangnya, diberi konsesi untuk membangun daerah wisata ratusan ha atau boleh mengelola pelabuhan di sana, boleh bangun real estate. Nanti diberikan waktu sekian tahun, jadi rugi di jembatan bisa dapat untung di pengelolaan kawasan," ungkapnya.

Rekomendasi