Kemenhub: Sky Aviation hanya berhenti terbang 2 pekan

Sky Aviation memutuskan berhenti terbang sementara karena kondisi internal tengah diaudit oleh investor baru.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
Kemenhub: Sky Aviation hanya berhenti terbang 2 pekan
Pesawat Sky Aviation. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Maskapai Sky Aviation mengikuti jejak PT Merpati Nusantara Airlines yang memutuskan menghentikan sementara operasionalnya. Namun maskapai ini tidak selamanya berada di darat.

Kementerian Perhubungan menyatakan Sky Aviation hanya berhenti terbang 19-31 Maret 2014 atau hanya dua pekan. Sky Aviation memutuskan berhenti terbang sementara karena kondisi internal tengah diaudit oleh investor baru.

"Dari 19 Maret kemarin menyatakan berhenti beroperasi sementara. Ini cuma dua minggu, nanti setelah tanggal 31 Maret sudah terbang lagi," ucap Direktur Angkutan Udara, Perhubungan Udara, Djoko Murdjatmodjo kepada merdeka.com, Kamis (20/3).

Djoko mengaku, manajemen Sky Aviation sudah menyampaikan surat resmi penghentian sementara operasional maskapai kepada Kementerian perhubungan. "Alasannya cuma sedang di audit oleh calon investor baru. Tapi saya tidak tahu detail ada persoalan apa hingga butuh pemodal baru," jelasnya.

Djoko menegaskan hanya dua maskapai saja yang berhenti beroperasi melakukan penerbangan, yakni Merpati dan Sky Aviation. Untuk Sky Aviation dipastikan akan terbang setelah 31 Maret 2014.

"Cuma dua itu saja. Tapi, Sky Aviation menyatakan dalam laporannya kemarin paling lambat terbang 31 Maret," ucapnya.

Plt Kepala Humas Kementerian Perhubungan, Bambang S Ervan saat dihubungi terpisah mengaku belum mendapat laporan dari Dirjen Perhubungan udara mengenai Sky aviation berhenti beroperasi. Tetapi, dia hanya mendapat kabar hal tersebut dari awak media.

"Saya belum ngecek, cuma saya denger dari beberapa wartawan tapi belum dapat laporan dari Dirjen Perhubungan udara," ucap Bambang.

Rekomendasi