Raup laba 2013 Rp 2,13 T, BTPN tak bagi keuntungan

Laba tersebut akan ditahan guna memperkuat perseroan dari sisi permodalan menjadi 24 persen.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Raup laba 2013 Rp 2,13 T, BTPN tak bagi keuntungan
btpn. merdeka.com/arie basuki

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) menyepakati untuk tidak membagikan dividen laba tahun buku 2013 sebesar Rp 2,13 triliun. Laba tersebut akan ditahan guna memperkuat perseroan dari sisi permodalan.

Direktur Keuangan BTPN Arief Harris Tandjung mengatakan, dengan laba ditahan, maka rasio permodalan (CAR) perseroan akan meningkat. "Laba Rp 2,13 triliun ditahan untuk memperkuat permodalan. Desember CAR kita 23 persen, dengan laba ditahan CAR kita jadi 24 persen," kata Arief di Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (20/3).

Direktur Kepatuhan BTPN Anika Faisal menambahkan, setelah Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) menyelesaikan proses pembelian 15,74 persen saham perseroan, tidak terdapat perubahan susunan direksi maupun rencana bisnis perseroan tahun ini.

"Kebijakan sumitomo belum tahu. Yang pasti kita kedepankan kebutuhan perseroan. Tidak ada perubahan bisnis model, direksi juga tidak ada. Jadi mereka datang untuk perkuat. Tidak ada perubahan dari fokus bisnis BTPN, kita akan tetap di mass market," imbuh Anika.

Sebelumnya, Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) menyelesaikan proses pembelian 15,74 persen saham PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN). Dengan selesainya transaksi ini, total kepemilikan saham SMBC bertambah dari 24,26 persen menjadi 40 persen.

Dengan rampungnya proses transaksi ini, BTPN memiliki dua pemegang saham pengendali yang kredibel dan terpercaya, yakni TPG Nusantara S.a.r.l dan SMBC. Keberadaan dua pemegang saham pengendali diyakini akan memberikan dampak positif atas kinerja BTPN.

"Manajemen BTPN menyambut gembira selesainya transaksi pembelian saham ini. Hal ini merupakan salah satu fase terpenting perjalanan BTPN memajukan industri keuangan tanah air. Bergabungnya SMBC menjadi pemegang saham pengendali akan memperkuat bisnis BTPN utamanya dalam misi memberdayakan jutaan mass market di Indonesia," ujar Direktur Utama BTPN Jerry Ng.

Manajemen juga memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh regulator yang baik secara langsung maupun tidak langsung berperan atas diberikannya ijin ini. Dalam proses ini, sejak awal, para pemegang saham terus berkoordinasi dan senantiasa memenuhi semua ketentuan dan peraturan perundangan yang berlaku, termasuk diantaranya persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jerry menambahkan, ke depan sesuai dengan komitmen SMBC, BTPN akan secara konsisten meneruskan dan mengembangkan fokus bisnis dan layanan perbankan kepada segmen mass market. Namun demikian, dengan dukungan dan sinergi SMBC, BTPN juga mengharapkan membuka peluang mengeksplorasi bisnis-bisnis lain yang selama ini belum dilakukan, tanpa meninggalkan bisnis inti di segmen mass market.

"Kehadiran SMBC sebagai pemegang saham pengendali diharapkan akan memberikan nilai tambah bagi pengembangan bisnis, karena SMBC memiliki expertise dan experience yang akan mendorong BTPN untuk semakin maju dan berkembang menjadi lebih besar lagi," ujar Jerry.

Rekomendasi