PT Jasa Marga (Persero) Tbk yakin lima jalan tol baru dengan total panjang 50 kilometer bisa dioperasikan pada 2014.
Hal itu disampaikan Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman, seusai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, Selasa (11/3).
Sejauh ini, pengerjaan lima ruas tol tersebut rata-rata sudah di atas 90 persen. Diperkirakan, pengoperasian lima jalan bebas hambatan tersebut paling cepat kuartal tiga tahun ini.
Jika demikian, lima jalan tol baru tersebut belum bisa memberikan dampak terhadap peningkatan traffic tol dan pendapatan Jasa Marga tahun ini. Jasa Marga sendiri menargetkan pendapatan kotor 2014 mencapai Rp 7 triliun. "Penambahan 50 km tadi memang belum signifikan," paparnya.
Adapun lima ruas tol yang dimaksud adalah, pertama, Semarang-Solo seksi Ungaran-Bawen sepanjang 11,8 km. Pengoperasian ruas tol penghubung sisi Utara dan Selatan Jawa Tengah ini ditargetkan awal April.
"Di Bawen-Ungaran itu kontur naik turun, banyak kendaraan berat, sehingga mengganggu lalu lintas di Jateng. Diharapkan bisa mengurangi kepadatan di jalan nasional," kata Adityawarman.
Kedua, ruas tol Kedunglanga-kedungbadak (2km), sebagai bagian dari Bogor Ring Road. Jasa Marga yakin tol itu bisa dioperasikan akhir April mendatang.
Ketiga, Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) W2 Utara, ruas Ciledug-Ulujami (2km). Jasa Marga meyakini, ruas yang pengoperasiannya ditargetkan Juni tersebut bisa mengurangi kepadatan di ruas tol dalam kota Cawang, Tomang, dan Pluit sebesar 25 persen.
"Kita harapkan sebelum bulan puasa, kira-kira awal Juni, sudah bisa kita operasikan penuh," tandasnya.
Keempat, ruas Gempol-Pandaan (13,6 km), bagian dari jalur tol Gempol-Malang. Pengoperasian juga diupayakan pada Juni mendatang, agar arus mudik bisa lebih lancar di Jawa Timur.
Kelima, ruas Gempol-Pasuruan seksi 1 sepanjang 13,9 km. Ruas tol yang ditargetkan mulai dioperasikan akhir tahun ini, pembangunannya sudah mencapai 62 persen, dan pembebasan lahan mencapai 90 persen.
Di luar itu, Jasa Marga juga menargetkan pengerjaan ruas tol Kejapanan-Gempol selesai akhir 2014. Itu untuk menggantikan ruas tol Porong-Gempol yang terendam lumpur Lapindo.