Sebuah agen biro perjalanan di Merauke, Papua sempat melakukan penukaran atau refund tiket Merpati sebesar Rp 1,5 miliar saat Merpati diputuskan berhenti beroperasi sementara. Namun, agen biro perjalanan bernama PT. Pandawa Adhi Azha itu mengembalikan uang tersebut. Alasannya, mereka hanya menginginkan maskapai penerbangan perintis milik pemerintah itu bisa kembali mengudara.
"Kami sudah balikan uang Rp 1,5 miliar pada tanggal 25 Februari. Kami tutup uang mereka, dengan talangi dulu dengan uang kami. Kami tidak menuntut uang, tapi kami meminta Merpati tetap terbang," ujar Ihsan Riyadi usai menemui direksi PT. MNA, di kantor Merpati, Jakarta, Jumat (28/2).
Dia menceritakan alasan di balik keputusan itu. Sejak Merpati tidak beroperasi, harga tiket maskapai lain dengan rute ke Merauke naik 2-3 kali lipat.
"Dulu harga masih bersaing dari Merauke ke Jakarta Rp 1,7-3 juta. Sekarang sampai Rp 7 juta itu kelas ekonomi, kami keberatan," ungkapnya.
Dia berharap pemerintah serius membangkitkan kembali Merpati dan membawa maskapai ini keluar dari krisis keuangan dan lilitan utang. Bagi rakyat Merauke, Merpati menjadi sarana transportasi udara yang selama ini menjadi andalan.
"Kami sangat harapkan pemerintah bantu Merpati. Semua orang di sana tahu yang masuk cuma Merpati. Di sana masyarakat masih menunggu Merpati," ungkapnya.