PT DI: 40 Persen komponen pesawat N219 masih impor

Impor mesin pesawat CN219 diimpor dari pabrikan Pratt and Whitney asal Kanada.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
PT DI: 40 Persen komponen pesawat N219 masih impor
Pesawat N-219. wordpress.com

Direktur Pengembangan Teknologi PT Dirgantara Indonesia (PT DI), Andi Alisjahbana, mengakui 40 persen komponen pesawat N219 masih didatangkan dari luar negeri alias impor. Salah satu komponen yang pasti diimpor adalah bagian mesin.Meski begitu, Andi menyebut pesawat N219 adalah pesawat buatan PT DI yang paling banyak menggunakan komponen lokal. Pihaknya terus berusaha agar rancangan dan komponen bisa dihadirkan dari dalam negeri."Ini komponen lokal tertinggi pesawat kita, target kita itu menuju 60 persen produk lokal," ucap Andi di kantor pusat LAPAN, Jakarta, Selasa (25/2).Menurut Andi, komponen pesawat lokal N219 jauh lebih besar dibandingkan pesawat CN250 yang telah dulu beroperasi. Pada CN250 komponen impor masih sangat banyak di mana mulai dari komponen mesin hingga kaca pesawat."Semua di CN219 kita ingin lebih, kita ingin roda mendarat buatan Indonesia, belum tentu PT DI yang buat tapi bisa saja sub kontraktor. CN 250 dulu kacanya saja kita impor," akunya.Impor mesin pesawat CN219, lanjutnya, diimpor dari pabrikan Pratt and Whitney asal Kanada. "Kemampuan industri Indonesia di bawah tapi kita design sesuai kemampuan industri Indonesia," tutupnya.

Rekomendasi