Dahlan: Jadi menteri perdagangan harus ganteng

Lutfi yang juga mantan ketua umum HIPMI dinilai Dahlan memiliki relasi bisnis luas.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
Dahlan: Jadi menteri perdagangan harus ganteng
SBY lantik Mendag baru. ©rumgapres/abror rizki

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menunjuk Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan pada Jumat (14/2) lalu. Menurut, menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan penunjukan Lutfi sudah tepat, sebab mantan duta besar untuk Jepang ini ganteng sama seperti Gita Wirjawan.

Penampilan fisik membantu pekerjaan seorang menteri perdagangan yang harus berinteraksi dengan berbagai kalangan baik dari dalam maupun luar negeri. "Bagus kan. Lutfi kan ganteng, menteri perdagangan harus ganteng," ujar Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (17/2).

Mantan Dirut PLN ini mengatakan sudah lama mengenal baik dengan Lutfi. Lutfi yang pernah menjabat sebagai ketua umum HIPMI memiliki keuntungan relasi bisnis sangat luas.

"Saya kenal baik lama sekali, dia ketum HIPMI, kalangan bisnis luas," ungkapnya.

Seperti diketahui, Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya secara resmi mengumumkan sosok pengganti Gita Wirjawan yang telah resmi mengundurkan diri sebagai Menteri Perdagangan. Presiden mengakui telah menerima surat pengunduran diri resmi dari Gita.

"Saya menyimak yang jadi alasan, saya bisa terima dan setujui sejalan dengan apa yang dilakukan Gita Wirjawan sebagai peserta konvensi capres sebuah partai politik jadi dikhawatirkan akan mengganggu tugasnya sebagai mendag. Oleh karena itu saya terima dan setujui pengunduran dirinya," ujar Presiden di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/2).

Presiden SBY mengaku telah melakukan fit and proper test pada mantan duta besar RI di Jepang, Muhammad Lutfi. Menurut SBY, Lutfi bukan orang baru dan telah berpartisipasi sekaligus memberi kontribusi nyata. Salah satunya saat menjadi kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Saat itu, kata presiden, Lutfi berhasil mengemban tugas menarik investasi di masa-masa ekonomi Indonesia tengah mengalami kesulitan. "Dorong perekonomian Indonesia. Ekonomi bisa bertahan, pertumbuhan positif dan tinggi. Setelah itu jadi duta besar RI di Jepang, mitra strategis, perdagangan makin maju," kata SBY.

Dengan pertimbangan itu SBY melihat sosok M. Lutfi sebagai orang yang cocok menggantikan Gita Wirjawan. "Atas pengalaman dan penugasan berkaitan dengan ekonomi, investasi dan perdagangan dan setelah fit and proper test 2 hari lalu. Saya pandang Luthfi pantas dan tepat gantikan Gita Wirjawan," tegas Presiden.

Rekomendasi