Dahlan akui Merpati tak berdaya lawan Lion Air di rute perintis

Salah satunya karena jenis armada yang tidak mendukung.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
Dahlan akui Merpati tak berdaya lawan Lion Air di rute perintis
Konpers Lion Air. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

PT. Merpati Nusantara Airlines (MNA) sudah tidak lagi bisa bersaing dengan maskapai penerbangan lain untuk rute perintis. Salah satunya karena armada yang tidak mendukung. Jenis pesawat yang digunakan oleh Merpati adalah MA60 sedangkan maskapai lain menggunakan pesawat ATR.

"Dikira daerah perintis menguntungkan? Merpati untuk daerah perintis pesawatnya MA60 kena saingan ATR itu sulit sekali. Lion masuk jalur yang sama maka persaingannya jadi berat untuk Merpati," ujar Menteri BUMN, Dahlan Iskan di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (11/2).

Secara perhitungan, untuk MA60 1 Km per seat senilai 11 sen. Sedangkan untuk jenis pesawat ATR, 1 KM per seat hanya 7 sen. Dari situ jelas terlihat kalah efisien.

"Jadi jangan nanya kenapa Merpati enggak ke perintis? Kalau ngomong sih gampang, cuma kan enggak kayak gitu," ucapnya.

Mantan Dirut PLN ini menuturkan, dari rencana restrukturisasi dan revitalisasi, MA60 menjadi beban bagi Merpati. Sehingga, perlu dilakukan pengkajian kembali. Berangkat dari itu, kerja sama operasional (KSO) memilih rute Medan-Jeddah ketimbang rute perintis.

Nantinya, ada pesawat dengan kapasitas 100 penumpang sebagai feeder, sedangkan maskapai untuk menghubungkan ke Medan, seperti Padang-Medan, Pekanbaru-Medan, Batam-Medan menggunakan maskapai lain.

"Merpati akan gunakan pesawat 100 seater untuk feadernya, Padang- Medan, Batam-Medan dan Pekanbaru-Medan menggunakan pesawat lain, dari medan ke Jeddah. Itu kemarin sore yang digunakan," jelasnya.

Rekomendasi