PT Panin Bank Syariah Tbk (PNBS) bakal menggunakan dana hasil penjualan saham perdana ke publik atau IPO untuk pengembangan bisnis dan tambah modal. Penambahan modal perlu dilakukan jika PNBS ingin naik peringkat ke Bank Umum Kegiatan Usaha 2 (BUKU 2).
"Kami harus mencapai BUKU 2. Dengan modal Rp 500 miliar dan kami lepas Saham 4,75 miliar saham. Sesuai regulasi, modal BUKU 2 adalah Rp 1 triliun. Dengan demikian Panin Syariah akan lebih fleksibel dan leluasa di liabilitas," kata Direktur Utama PNBS Denny Hendrawati, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (15/1).
Denny memaparkan, ke depan, perseroan akan mengembangkan sektor bisnis komersial dan program linkage, dengan demikian, sisi aset juga bisa meningkat. Selain itu, perseroan juga tengah menyiapkan diri untuk meningkatkan pelayanan sebagai bank pengelola dana haji.
"Untuk pengembangan bisnis, infrastruktur IT, channel, cabang untuk perluasan ekspansi bisnis. Ingin kembangkan kerja sama dengan lembaga keuangan mikro syariah. Ini perlu channel dan sistem IT yang baik. Dari sisi lialibilitis, kita sudah ditunjuk sebagai bank penerima setoran haji," tutur Denny.
Per Desember 2013, rasio modal minimum (CAR) perseroan berada di kisaran 19,28 persen. Sedangkan aset perseroan tercatat sebesar Rp 4,1 triliun.