Di balik janggalnya pencabutan suspensi saham grup MNC oleh BEI

BEI: Langkah ini diambil semata-mata untuk menghindari perdagangan yang tidak wajar.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Di balik janggalnya pencabutan suspensi saham grup MNC oleh BEI
Gedung MNC Grup. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya angkat suara soal proses penghentian dan pencabutan penghentian sementara perdagangan saham (suspensi) tiga anak usaha Grup MNC yaitu PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Global Mediacom Tbk (BMTR) dan PT MNC Investama Tbk (BHIT) pada Jumat siang (11/10).

Suspensi dilakukan setelah Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan putusan mengabulkan kasasi Siti Hardiyanti Rukmana atau yang akrab disapa Mbak Tutut dengan bos MNC Hary Tanoesoedibjo terkait status kepemilikan Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) yang sejak 2010 berganti nama menjadi MNC TV.

Namun, suspensi hanya berlangsung sebentar. Hari itu juga, BEI diam-diam mencabut alias membuka suspensi perdagangan saham tiga anak usaha MNC. Ada apa di balik keputusan janggal tersebut? Direktur Penilaian BEI, Hoesen menerangkan, langkah ini diambil semata-mata untuk menghindari perdagangan yang tidak wajar.

"Tiga anak usaha MNC kan langsung merosot 10 persen, makanya kami suspen untuk melindungi investor juga, pasti mereka panik dan mau tidak mau mereka jual," ujarnya kepada merdeka.com usai RUPSLB BEI di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (17/10).

Sebelum penutupan perdagangan, BEI membuka suspensi tiga anak usaha MNC. Dia menjelaskan, langkah itu diambil setelah pihak MNC memberikan penjelasan terkait persoalan yang tengah membelit perseroan. Sehingga otoritas bursa saham pada Jumat (11/10) sekitar pukul 14.40 WIB membuka kembali perdagangan saham tiga anak usaha MNC.

"Mereka memberikan penjelasan melalui siaran pers dan manajemen MNC langsung datang ke BEI," jelas dia.

Hingga siang ini perdagangan saham Grup MNC stagnan. Tercatat, sejak pembukaan perdagangan hari ini saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) naik 0,94 persen atau 25 poin ke level 2.675, PT Global Mediacom Tbk (BMTR) naik 1,03 persen atau 20 poin ke level 1.970, sedangkan beberapa anak usaha Grup MNC tercatat mengalami stagnasi seperti PT MNC Investama Tbk (BHIT) stagnan 1,39 persen atau 5 poin ke level 3.55 dan PT MNC Sky Vision Tbk stagnan 2,25 persen atau 50 poin ke level 2.275.

Sebelumnya pada sesi pertama kemarin Rabu (16/10) rata-rata anak usaha Grup MNC mengalami pelemahan antara lain PT Media Nusantara Citra turun 0,93 persen atau 25 poin ke level 2.650, PT Global Mediacom Tbk (BMTR) turun 1,01 persen atau 20 poin ke level 1.970, PT MNC Investama Tbk (BHIT) 1,39 persen atau 5 poin ke level 3.55 kecuali PT MNC Sky Vision Tbk yang sukses naik 2,25 persen atau 50 poin ke level 2.275.

Sedangkan akhir perdagangan penutupan rata-rata anak usaha Grup mengalami stagnan, malah cenderung menurun antara lain PT Global Mediacom Tbk (BMTR) turun 2,01 persen atau 40 poin ke level 1.950 dan PT MNC Sky Vision Tbk naik 3,05 persen atau 0,004 poin ke level 0,135 dan sisanya mengalami stagnan.

Rekomendasi