Menteri Pertanian sekaligus Ketua Tim Kerja MP3EI Koridor Kalimantan Suswono menyebutkan beberapa kendala dalam pengembangan proyek di Kalimantan. Salah satunya minimnya pasokan listrik dan izin pinjam pakai kawasan hutan lindung.
"Implementasi MP3EI di koridor Kalimantan tak terelakkan dari isu strategis dan upaya penyelesaikan permasalahan berupa kurangnya pasokan listrik untuk memenuhi kebutuhan industri," ujar dia dalam rapat koordinasi MP3EI di Pontianak, Kalimantan, Selasa (11/6).
Pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dan Kementerian Riset dan Teknologi dalam upaya menyelesaikan permasalahan itu. Untuk mempercepat penyelesaian krisis listrik di Kalimantan, kata Suswono, rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) asam-asam 2x1.000 MW di Kalimantan dan PLTU JPP perlu diselesaikan secepatnya.
"Kurangnya pasokan listrik di Kalimantan perlu dukungan ESDM dan Kementerian Riset dan Teknologi," tegas dia.
Sementara itu, untuk penyelesaian izin pinjam pakai kawasan hutan lindung untuk pengeboran sumber daya alam berupa minyak dan gas, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan. Diharapkan dapat membuat hasil migas di Kalimantan makin melimpah.
"Penyelesaian izin agar bisa melakukan pengeboran di kawasan hutan," katanya.