Sepanjang tahun lalu, pendapatan tol yang berada di bawah wewenang PT Jasa Marga mencapai Rp 5,58 triliun. Pendapatan tol naik sebesar 15,25 persen dari capaian tahun sebelumnya yang hanya Rp 4,8 triliun.
Yang menarik dari laporan keuangan Jasa Marga, terlihat bahwa pendapatan dari beberapa ruas jalan tol yang dikelola Jasa Marga, terjadi penurunan. Namun tidak dijelaskan penyebab melorotnya pendapatan dari ruas tol tersebut.
Salah satunya adalah pendapatan di ruas tol dalam kota yang justru mengalami penurunan dibanding 2011. Pendapatan dari ruas tol dalam kota pada tahun lalu mencapai Rp 674 miliar. Padahal. pada 2011, pendapatan dari ruas tol ini mencapai Rp 696 miliar. Dengan kata lain, terjadi penurunan sebesar 3,16 persen.
Tidak hanya ruas tol dalam kota, pendapatan dari ruas tol Padaleunyi juga mengalami penurunan. Tahun lalu, pendapatannya mencapai Rp 269 miliar. Padahal pada 2011 mencapai Rp 282 miliar. Dengan kata lain terjadi penurunan sekitar 4,54 persen.
Sumbangan pendapatan terbesar yang masuk kantong Jasa Marga masih berasal dari ruas jalan tol lingkar luar Jakarta. Sepanjang 2012, ruas jalan tol sepanjang 43 km ini menyumbang Rp 1,1 triliun. Pendapatan di ruas tol ini naik 13,4 persen dibanding tahun sebelumnya yang menyentuh angka Rp 969 miliar.
Setelah jalan tol lingkar luar jakarta, peran terbesar lainnya berasal dari ruas tol Jakarta-Cikampek yang sepanjang tahun lalu mencatat pendapatan hingga Rp 896 miliar atau memberi kontribusi 16 persen dari total transaksi tol yang dikelola Jasa Marga.
Pendapatan di ruas tol ini mengalami kenaikan 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 806 miliar. Selanjutnya, pendapatan di ruas tol Jagorawi mencapai Rp 508 miliar, sedangkan tol bandara atau ruas tol Sedyatmo hanya Rp 388 miliar.