Sebagai bagian dari antisipasi lonjakan penjualan batu bara, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melakukan komitmen dengan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) untuk meningkatkan kapasitas angkutnya menjadi 22,7 juta ton per tahun mulai tahun 2014 hingga tahun 2029.
"PT KAI juga telah berkomitmen membangun sebagian ruas jalan kereta apinya dengan jalur double track sekitar 80 km dari Tanjung Enim hingga Prabumulih," ujar Sekretaris Perusahaan PTBA Joko Pramono di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (14/3).
Selain itu, PT KAI juga akan menambah 300 gerbong batu bara yang telah disiapkan sejak tahun lalu dan dalam tahun ini PT KAI akan mendatangkan lagi 44 lokomotif baru dan penambahan infrastruktur lainnya.
Di luar itu, perusahaan batu bara pelat merah itu melalui anak perusahaannya, PT Bukit Asam Transpacific Railway (PT BATR) juga sedang mengembangkan jalur baru angkutan batu bara dengan kereta api dari Tanjung Enim menuju propinsi Lampung dengan kapasitas 25 juta ton per tahun.
Sementara itu, pelabuhan Tarahan di Bandar Lampung sedang dalam tahap peningkatan kapasitasnya dari 13 juta ton menjadi 25 juta ton per tahun mulai tahun 2014 mendatang. untuk itu pelabuhan tarahan meningkatkan kapasitas sandar kapal yang selam ini hanya untuk satu kapal dengan bobot 80 ribu DWT menjadi sekaligus dapat disandari oleh dua kapal.