Pemerintah mengakui distribusi logistik untuk kawasan Indonesia Timur terlalu bergantung pada Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan. Padahal, perekonomian di kawasan tersebut bakal berkembang dalam 10 tahun ke depan dengan semakin ekspansifnya industri tambang.
Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengapresiasi rencana Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengembangkan pelabuhan Bitung menjadi pusat distribusi logistik regional.
Pelabuhan tersebut, diharapkan tidak hanya melayani kebutuhan kawasan sekitar, tetapi bisa diproyeksikan menjadi pelabuhan penghubung atau hub bagi produk-produk ekspor seperti hasil tambang dan perkebunan yang diproduksi di Indonesia timur.
"Perekonomian Indonesia timur akan berkembang. Karena Tambang terutama, dan itu membutuhkan fasilitasi logistik. Bitung merupakan pilihan obyektif menjadi hub transportasi laut dari Sabang Belawan sampai Sorong," ungkapnya selepas membuka diskusi pengembangan Bitung di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (19/12).
Dia percaya Bitung bila dikembangkan untuk melayani kebutuhan ekspor dan impor. Biaya logistik pun akan semakin murah. "Yang jelas tidak hanya untuk ekspor, nantinya consumer goods bisa kita datangkan dari Bitung. Sehingga distribusi satu di Makassar dan satu di Bitung, biaya logistik kita harapkan semakin bisa ditekan.".
Untuk kegiatan ekspor, Bitung sangat strategis sebagai sentra distribusi menuju ke Asia Timur, Amerika, dan negara-negara Oceania.
Opsi pengembangan proyek tersebut adalah memperluas pelabuhan yang sudah ada di kawasan Tanah Merah dengan biaya yang relatif lebih murah. Kedua, membangun pelabuhan baru di seberang Pulau Lember, namun butuh dana lebih banyak.
Bayu menegaskan pemerintah daerah pelabuhan yang dikembangkan bisa berstandar Internasional dan akan menggunakan sistem pendanaan negara dan swasta. "Saya pikir bisa (swasta bisa ikut) di sana yang sudah masuk ada Grup Sinarmas, dan ada beberapa grup besar Indonesia juga,". Katanya.
Saat ini dana yang dibutuhkan untuk proyek tersebut masih dihitung oleh Pemprov Sulut dan belum dapat dipublikasikan.