Menhub ingin bandara Karawang dekat pantai

Ada sekitar empat lokasi alternatif supaya tidak mengganti kerugian tanah terlalu besar atau mengganggu pertanian.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Menhub ingin bandara Karawang dekat pantai
Bandara Soekarno Hatta. ©jetphotos.net

Pemerintah masih menggodok rencana pembangunan bandara anyar di Karawang, Jawa Barat. Pelabuhan udara ini disiapkan untuk menopang Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng yang sudah kelebihan beban penumpang dan kargo.

Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengaku rencana membangun bandara di Karawang terus dipersiapkan dengan serius meski belum ada lokasi pasti.

Pihaknya lebih suka jika posisi bandara baru itu berada di dekat pantai. Alasannya, relatif tidak mengganggu pemukiman dan kawasan pertanian.

"Masalah tempat (bandara) memang belum diputuskan. Yang jelas tidak mungkin yang ada pertaniannya. Jadi kalau susah di tempat yang lain itu, saya pikir di pinggir pantai saja gitu," ujarnya saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (5/12).

Kementerian Perhubungan awalnya berencana menggunakan lahan hutan yang dikelola Perum Perhutani. Namun belum ada titik temu, sehingga proyek yang rencananya akan dimulai pada 2015 ini terkatung-katung.

Pihaknya masih mengkaji apakah proyek bandara yang diharapkan bisa menampung 30 juta penumpang ini juga untuk menampung kelebihan kargo.

"Nanti (untuk) kargo kah apakah itu penumpang. Tapi yang jelas untuk mengisi kepadatan yang ada di soetta. Jadi mesti dilihat suatu konsep," paparnya.

Menhub mengaku selain lahan milik Perhutani, sudah ada tiga lokasi lain yang menjadi incarannya. Dalam pandangannya, sebisa mungkin pembangunan ini jangan sampai membebani anggaran negara terlalu besar hanya karena persoalan ganti rugi tanah.

"Ada sekitar empat lokasi alternatif. Supaya tidak mengganti kerugian tanah atau mengganggu pertanian atau lain sebagainya itu. Itu saya jaga," imbuhnya.

Saat ini, bandara Soekarno Hatta hanya sanggup menampung 70 juta penumpang. Padahal saat ASEAN Economic Community berlaku dua tahun lagi, bakal terjadi lonjakan penumpang.

Rekomendasi