Pabrik mobil raksasa dari Amerika Serikat, Ford berencana untuk memangkas jumlah karyawannya di Eropa. Hal tersebut menyusul permintaan mobil di Eropa, termasuk Inggris, yang terus menurun.
Menurut berita yang dilansir dari BBC News, pengurangan tenaga kerja tersebut termasuk di Jerman dan beberapa negara lain di Eropa. Pengurangan tersebut akan ditawarkan melalui pengunduran diri secara sukarela dan pemecatan langsung.
Ford sebelumnya telah memperingatkan bahwa pabrik di Eropa dapat mengalami kerugian sebesar USD 1 miliar atau sekitar Rp 9,5 triliun tahun ini.
Meski begitu, pihak Ford mengaku belum mengetahui total karyawan yang akan dirumahkan tahun ini. Ford saat ini mempunyai karyawan sekitar 15.000 orang di Inggris.
Sementara kinerja Ford di Eropa telah terimbas krisis Eropa sehingga penjualan mobil perusahaan tersebut turun 29 persen di Agustus lalu, padahal penurunan industri secara keseluruhan hanya 8,5 persen.