Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengaku telah menerima proposal PT Bosowa Corporindo untuk mengolah limbah baja (slag), sisa produksi PT Krakatau Steel-Posco di Cilegon, Banten. Limbah tersebut potensial untuk pembuatan bahan semen keras. ''
Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kemenperin Panggah Susanto menyatakan selama ini limbah slag tidak termanfaatkan dengan optimal. Padahal, produksi slag per tahun di dalam negeri mencapai 1 juta ton. "Bosowa memberikan proposal yang baik, kompetensi dia kan di semen ya," ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin (17/9).
Slag bisa dimanfaatkan jadi semen keras yang lebih berat dari bahan semen (clinker). Semen slag, digunakan untuk bahan baku pembangunan gedung tinggi. Semen slag saat ini diminati di Singapura dan Jepang. Selain itu kebutuhan dalam negeri diprediksi akan terus meningkat. Hingga semester pertama tahun ini, tingkat konsumsi semen mencapai 30,8 juta ton.
Dia mengatakan pemerintah sebagai regulator sedang mengevaluasi usulan kedua pihak soal rencana pengolahan. Proposal baru bisa dilaksanakan setelah Krakatau Steel dan Posco di Cilegon beroperasi akhir tahun ini. "Perindustrian harus menyiapkan SNI-nya, sebelum produksi supaya bisa dipasarkan. Begitu KS-Posco produksi, slag mau diapakan harus ada solusinya, estimasi kita bisa produksinya sampai 3 juta ton per tahun," ungkapnya.
Pimpinan Bosowa mengunjungi Menteri Perindustrian M.S Hidayat. Namun saat ditanya wartawan, Presiden Direktur Bosowa Erwin Aksa menyatakan hanya melaporkan perkembangan pembangunan pabrik clinker di Maros, Sulawesi Selatan. "Jadi kunjungan ini adalah laporan ke menteri dan meminta agar beliau hadir saat ground breaking November mendatang," ujar Erwin saat mengunjungi Kemenperin.