Kredit Bank Mandiri bakal terkikis di semester II

Perlambatan penyaluran kredit di semester II dipengaruhi penyaluran kredit valas dan aturan DP motor serta KPR.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Kredit Bank Mandiri bakal terkikis di semester II
Bank Mandiri. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Pemberlakuan aturan batas minimum uang muka kredit kendaraan bermotor (KKB) dan kredit pemilikan rumah (KPR) mengancam pertumbuhan kredit Bank Mandiri.

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Pahala Mansyuri mengaku sulit menggenjot pertumbuhan kredit di semester II. Kalaupun tumbuh, tidak akan setinggi sebelumnya.

"Pertumbuhan kredit di semester I lalu kan 26,6 persen dan kami perkirakan di semester II tidak akan setinggi semester I," kata Pahala di Plaza Mandiri, Kamis (23/8) malam.

Perlambatan penyaluran kredit di semester II dipengaruhi penyaluran kredit valas yang saat ini mengalami penurunan. Perseroan telah melihat penurunan di sektor kredit valas sejak kuartal II/2012 yang hanya tumbuh 8,5 persen atau menurun jika dibandingkan kuartal I yang pertumbuhannya bisa mencapai 10 persen.

"Keluarnya angka makro yang mempengaruhi ekspor membuat kredit valas yang biasanya kami berikan ke eksportir juga terkena dampaknya," jelasnya.

Selain itu laju pertumbuhan kredit mikro pun diprediksi tidak akan secepat semester I yang tumbuh sebesar 77 persen. Meski demikian, Pahala optimis laju pertumbuhan kredit mikro masih bisa menembus 50 persen.

"Kalau dikisaran 70 persen itu susah tapi pasti tumbuhnya diatas 50 persen itu masih bisa," tegasnya.

Tidak hanya itu, penerapan aturan batas minimum DP untuk kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB) juga disinyalir akan berdampak pada perlambatan laju kredit konsumsi Bank Mandiri enam bulan terakhir tahun ini.

Meski mengalami perlambatan, perseroan optimis penyaluran kredit hingga akhir tahun bisa naik sebesar 23-24 persen dibandingkan akhir 2011. Penopangnya adalah pertumbuhan kredit investasi dan kredit infrastruktur yang diyakini akan jauh lebih baik dengan keluarnya Perpres Pembebasan Lahan yang dirasa akan semakin menggenjot kredit infrastruktur kedepannya.

Rekomendasi