FSRU Teluk Jakarta berencana pasok gas ke PLTGU Tanjung Priok

Pasokan gas diharapkan berasal dari Bontang dan Tangguh.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
FSRU Teluk Jakarta berencana pasok gas ke PLTGU Tanjung Priok
Kapal gas. shutterstock

PT Nusantara Regas, perusahaan joint venture Pertamina dan PGN yang mengoperasikan Terminal penyimpanan regasifikasi atau Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Teluk Jakarta ini berencana akan menggunakan pipa gas milik Pertamina Hulu Energi (PHE) Offshore North West Java (ONWJ) untuk memasok gas ke PLTU Tanjung Priok tahun depan.

"Kita ingin memanfaatkan pipa milik PHE ONWJ agar tahun depan bisa memasok gas ke PLTGU Tanjung Priok," kata Direktur Utama Nusantara Regas Hendra Jaya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/8).

Menurut Hendra pipa milik PHE ONWJ memiliki kapasitas hingga 300 juta kaki kubik per hari (million standart cubic feet per day/mmscfd). Akan tetapi Nusantara Regas hanya akan menyuplai sebanyak 200 mmscfd. "Gasnya bisa dari dalam negeri seperti Bontang dan Tangguh," tegasnya.

Pada tahap awal beroperasinya FSRU Teluk Jakarta memasok gas ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Karang milik PT PLN (Persero). Kapal dengan muatan 125.000 meter kubik gas atau setara dengan 2,9 million British thermal units (mmbtu) dari kilang LNG Bontang.

Berjarak 15 km dari PLTGU Muara Karang, gas akan dialirkan melalui pipa milik Nusantara Regas. Dana pembangunan pipa dan fasilitas penerima gas mencapai USD 50 juta, sedangkan sewa kapal FSRU mencapai USD 500 juta selama 11 tahun. Selain menyewa FSRU dari Golar, Nusantara Regas juga menyewa kapal pengiriman LNG dari PT Hanochem Shipping, anak usaha PT Trada Maritime Tbk.

Pada dua pekan pertama, Nusantara Regas akan mengalirkan gas ke PLTGU Muara Karang mencapai 60 mmscfd. Setelah itu pada akhir Mei atau Juni, FSRU tersebut bisa menyuplai gas ke PLTGU Muara Karang sebesar 200 mmscfd.

Rekomendasi