Musyawarah Nasional Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 4 sampai 6 Juli yang digelar di Bali, akan mengagendakan pembicaraan penerapan pajak yang berbeda untuk industri telekomunikasi Internet menengah dan kecil dengan operator seluler yang saat ini telah terjun pada jasa internet. Hal ini untuk mendorong semakin tingginya penetrasi internet di dalam negeri. "Ini satu pembicaraan yang akan dikaji dalam Munas," ujar Heru Nugroho Ketua Pelaksana Munas APJII yang juga Direktur Pengembangan Usaha PT Melsar Lintasnusa saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (30/6).Dia mengatakan berbagai bahasan yang akan diulas dalam pertemuan tersebut diantaranya perkembangan pasar internet terutama di wilayah Indonesia Timur, yang saat ini masih minim penetrasi industri karena tidak ada infrastruktur. "Dengan adanya proyek fiber optik ke wilayah Indonesia Timur, diharapkan industri internet akan berkembang," ujarnya.Heru menegaskan potensi industri internet untuk berkembang masih sangat terbuka. Pihaknya akan terus melakukan pendekatan dengan pemerintah agar memperhatikan industri menengah bukan hanya besar. "Saat ini industri menengah pajaknya disamakan dengan operator besar," ujarnya.Heru mengatakan untuk calon ketua umum akan diramaikan 5 pasang calon yang akan bertarung memperebutkan kursi ketua umum. Beberapa nama yang sudah mencuat diantaranya Benyamin Naibaho pemilik CNI, A Sapto Anggoro yang sebelumnya menjabat pengawas APJII yang juga pemilik Indonusa. Irvan Nasrun pemilik VipNet dan Kabid IIX APJII, Sammy Pangerapan yang saat ini menjabat Wakil Ketua Umum APJII dan Adhytia WA pemilik Data Utama. "Ya sudah daftar sudah menyatakan diri untuk pemilihan formatur tunggal atau ketua ketua umum. Pendaftaran ketua akan ditutup pada tanggal 4 ," katanya.
Munas APJII akan minta perbedaan pajak internet
Adanya proyek fiber optik di Indonesia timur akan semakin mendorong industri internet.
Advertisement
Rekomendasi