Perusahaan China bangun smelter di Kalimantan

Investasi pembangunan pabrik pengolahan tersebut sekitar USD 600 juta.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Perusahaan China bangun smelter di Kalimantan
kapal tambang. merdeka.com/shutterstock

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan saat ini ada perusahaan tambang asal China yaitu China Nikel Resources yang akan membangun smelter di Kalimantan Selatan dengan dana investasi sebesar USD 600 juta.

"Saya juga menerima perusahaan China Nikel Resources akan buat smelter, groundbreaking 4 Juli 2012 dan peleburan bijih besi di Kalimantan Selatan," kata Menteri ESDM Jero Wacik di Kantornya, Jakarta Kamis (21/6).

Dia mengaku saat ini banyak perusahaan asing yang ingin membuat smelter dan mengajukan proposal di Kementerian ESDM. "Kalau perusahaan China itu mereka akan bangun dengan beberapa tahap. Fase pertama investasinya USD 600 juta lalu kemudian menjadi USD 1,5 miliar," pungkasnya.

Pemerintah melalui Undang Undang nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara telah mewajibkan semua perusahaan tambang di Indonesia mengolah bahan tambang mentah di dalam negeri mulai tahun 2014. 

Setelah itu, Kementerian ESDM mengeluarkan Peraturan Menteri nomor 7 tahun 2012 mengenai Pertambahan nilai melengkapi UU tersebut dan menegaskan bahwa ekspor tambang mineral mentah akan mulai diketatkan tahun ini dalam bentuk bea keluar.

 
Rekomendasi