Otoritas bursa AS selidiki IPO Facebook

Tiga bank penjamin emisi dan Nasdaq diduga bersekongkol untuk mengubah prospektus Facebook sebelum IPO.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Otoritas bursa AS selidiki IPO Facebook
diagnosis - facebook. merdeka.com/dalmacijanews.com

Penawaran saham perdana Facebook Jumat lalu ternyata mengundang banyak pertanyaan. Bahkan, kini otoritas perdagangan saham milik pemerintah Amerika Serikat Securities and Exchange Commision (SEC) dan lembaga otoritas regulasi industri keuangan swasta (Financial Industry Regulatory Authority, Inc/FINRA) turun tangan.

Setelah IPO pada Jumat (18/5), posisi saham Facebook semakin melemah pada perdagangan pertama setelah IPO, yaitu Senin (21/5) lalu. Saham FB turun 11 persen. Sementara pada Selasa (22/5), saham perusahaan jejaring sosial terbesar itu turun lagi 8,9 persen menjadi USD 31 per lembar dengan volume perdagangan 101 juta.

Menurut berita yang dilansir dari Reuters, dengan adanya penurunan tersebut, maka kapitalisasi FB telah turun dibandingkan dengan nilai USD 19 miliar yang diperoleh pada perdagangan saham dengan harga USD 38 per lembar.

Investor masih tertarik pada waktu perdagangan Facebook dibuka saat itu, namun pada saat terdapat berita bahwa bank penjamin emisi Facebook, Morgan Stanley merevisi perkiraan pendapatan Facebook beberapa hari sebelum IPO. Hal ini kemungkinan tidak diketahui oleh beberapa investor sebelum IPO tersebut diberlangsungkan.

Menurut Reuters, dua bank penjamin emisi Facebook yaitu JP Morgan Chase dan Goldman Sachs juga terindikasi telah merevisi prospektus Facebook pada saat roadshow IPO Facebook awal Mei lalu.

Reuters juga melaporkan bahwa Morgan Stanley membeberkan bahwa pihaknya telah mengubah prospektus Facebook yang telah menarik perhatian para pialang.

"Persoalan tersebut menjadi perhatian kami. Dan saya yakin SEC juga begitu. Tanpa harus menunggu SEC atau kami, kami akan terus fokus pada kasus ini," ujar Richar Ketchum, ketua FINRA.

Tak hanya bank penjamin emisi, perusahaan indeks yang mendaftarkan Facebook yaitu Nasdaq juga mendapatkan getahnya. Perusahaan efek tersebut dinyatakan telah mempersiapkan sejumlah uang untuk kompensasi konsumen. Sementara itu, tuntutan class action telah diajukan di Pengadilan Manhattan Selasa malam lalu.

Class action tersebut terdiri dari orang-orang yang telah kehilangan uang yang digunakan untuk membeli saham Facebook dan ternyata merugi karena kesalahan pengelolaan.

"Ini adalah hal yang menakutkan untuk pasar," ujar mantan Ketua SEC, Arthur Levitt yang mengatakan IPO tersebut ditangani oleh bank penjamin emisi dan Nasdaq.

Pada pertemuan mingguan pemegang saham Nasdaq yang berlangsung dalam beberapa menit, CEO Nasdaq, Bob Greifeld mengaku tidak ada secuilpun pertanyaan yang menyinggung IPO Facebook.

"Kami sudah jelas membuat kesalahan pada IPO Facebook. Tapi kita masih ingin menekankan bahwa faktanya Facebook telah melakukan IPO terbesar sepanjang sejarah. Kita telah memroses 570 juta saham," kata dia.

Rekomendasi