Total Bangun Persada bagikan 120 persen laba sebagai dividen

Berita Indonesia cepat, aktual, serius, unik, dan baru: Dividen tersebut didapatkan dari laba perseroan tahun 2011 dan sisa laba tahun 2010.

Salim Faozan Kartasentika
Total Bangun Persada bagikan 120 persen laba sebagai dividen
ilustrasi pembangunan. merdeka.com/shutterstock.com

Perusahaan konstruksi Total Bangun Persada berencana akan membagikan keuntungan kepada pemegang saham sepanjang kinerja perseroan 2011 sebagai dividen.

Total dividen yang akan dibagikan sebesar Rp 150 miliar atau sebesar 120 persen dari perolehan laba bersih perseroan tahun 2011. Dividen yang akan dibagikan tersebut, setara dengan Rp 44 per lembar sahamnya.

Semua dana dividen tersebut diambilkan dari total perolehan laba bersih tahun 2011 sebesar Rp 114,83 miliar. Kemudian ditambahkan Rp 35,20 miliar yang diambil dari perolehan laba pada tahun buku sebelumnya.

"Pembayaran dividen dilakukan pada hari Kamis, 21 Juni 2012. Dibayarkan kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham sampai dengan tanggal 4 Juni 2012," kata Direktur Keuangan Total Bangun Persada, Moeljati Soetrisno, di Jakarta, Jumat (11/5).

Dari total perolehan laba, Total Bangun Persada pada 2011 sebesar Rp 124,84 miliar, perseroan menyisihkan Rp 10 miliar sebagai dana cadangan.

Sekadar informasi saja, sepanjang kinerjanya pada tahun 2011 perseroan mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 124,84 miliar. Sedangkan pada kuartal pertama tahun 2012, posisi kas dan perseroan tercatat sebesar Rp 741,04 miliar. Dan setelah dikurangi untuk tambahan dividen tunai, posisi kas dan setara kas tersisa Rp 590,99 miliar.

"Belum termasuk corporate bond dan government bond sekitar Rp 59 miliar dan USD 1 juta, serta reksadana pendapatan tetap sebesar Rp 20 miliar," jelas Moeljati.

Awal triwulan kedua tahun ini, perseroan telah mengantongi dua proyek baru dengan total nilai Rp 200 miliar, dari Talavera dan PT Gudang Garam. Sehingga jumlah kontrak baru yang telah ditandatangani oleh perseroan per awal Mei 2012 menjadi sekitar Rp 600 miliar. Sedangkan target tahun ini adalah Rp 1,8 triliun.

Rekomendasi