Pemerintah akhirnya meresmikan terminal gas terapung di teluk jakarta. Terminal tersebut menjadi terminal pertama di Indonesia. Penyaluran gas akan dilakukan dari kapal LNG Tanker Aquarius ke kapal FSRU Jawa Barat akan dilakukan pada bulan Mei.
"Kami datang ke FSRU untuk meyakinkan apa yang direncanakan pada Mei bisa melaksanakan ship to ship yang pertama di Indonesia," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Evita Legowo di Jakarta Jumat (4/5).FSRU beroperasi lebih singkat dari yang diperkiranan Agustus. Tapi,terminal gas terapung sudah bisa beroperasi Mei ini. "Target dari Nusantara Regas tanggal 15 Mei, pipa bawah laut sudah selesai dan bisa segera coba commisioning menuju PLN," kata Evita.Pasokan gas pertama yang masuk ke FSRU Jawa Barat mencapai 140 juta standar metrik kaki kubik per hari (mmscfd) yang berasal dari Bontang. "Kami harapkan bisa menjadi 200 mmscfd tetapi tidak bisa langsung mungkin secara bertahap," katanya. Pasokan LNG ke domestik sebelumnya tidak bisa dilakukan karena infrastruktur yang belum ada. Adanya kilang terapung tersebut untuk memenuhi kebutuhan gas domestik dan pembangkit listrik PLN di Jakarta. Harga gas sekitar USD 11 per mmbtu. Kilang terapung tersebut ditargetkan juga memenuhi kebutuhan listrik dan industri. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik batal hadir dalam peresmian terminal gas (LNG) terapung (floating storage regasification unit (FSRU), karena sakit flu.