Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut rekam jejak dan kompetensi menjadi pertimbangan utama Presiden Prabowo Subianto saat mengajukan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI).
Saat ini, Destry menjalankan tugas sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri pada Juli 2026.
Prasetyo menuturkan, Surat Presiden (Surpres) pengajuan calon Gubernur BI telah diserahkan kepada pimpinan DPR RI untuk diproses sesuai ketentuan.
Advertisement
Alasan Penunjukan: Rekam Jejak dan Kompetensi
Di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/8/2026), Prasetyo memerinci alasan yang menjadi dasar penunjukan tersebut.
“Ya yang pasti kan rekam jejak beliau kan? Rekam jejak beliau yang, ya, mulai dari ilmu sarjana sampai mengabdikan diri sekian puluh tahun kan di bidang keuangan,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Ia juga menekankan pengalaman Destry di Bank Indonesia sebagai faktor kunci dalam penilaian Presiden.
“Dan beliau juga dua kali, dua periode menjadi Deputi Gubernur Senior gitu. Itu salah satu alasan yang paling mendasar kan, tentunya kan kompetensi kan,” ujarnya.
Advertisement
Surpres DPR: Destry Damayanti Satu-Satunya Nama
Surpres yang diajukan Presiden Prabowo diserahkan langsung oleh Mensesneg kepada pimpinan DPR di kompleks parlemen, Jakarta, pada Senin (10/8/2026).
“Namanya tunggal ya, satu nama, yaitu atas nama Ibu Destry Damayanti. Yang sekarang beliau menjabat sebagai penjabat gubernur sementara. Besok secara resmi pimpinan DPR pasti akan menyampaikan kepada teman-teman,” kata Prasetyo usai penyerahan Surpres di kompleks parlemen, Jakarta.
Surpres tersebut diterima oleh Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.