Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di bawah tekanan sentimen Eropa. IHSG hanya mampu menguat tipis 9 poin pada pembukaan. Menguatnya bursa regional belum mampu mengangkat akselerasi bursa dalam negeri.
Pembukaan perdagangan Kamis (10/5), IHSG dibuka menipis 9,499 poin atau 0,24 persen ke level 4.119,561. Indeks LQ 45 justru dibuka melemah 2,426 poin atau 0,34 persen dan berada di level 696,958. "IHSG pada hari ini masih akan tertekan," ujar analis Danpac Sekuritas Teuku Hendry Andrean, Kamis (10/5).
Kondisi ini berbanding terbalik dengan perdagangan sebelumnya di mana IHSG terperosok 52 poin karena berbagai aksi jual oleh investor asing. Wall Street juga melemah akibat dibayangi krisis utang negara-negara di kawasan Eropa.
"Tekanan sentimen negatif dari perkembangan politik dan ekonomi Zona Eropa terlihat masih menekan pergerakan bursa dunia di mana hal ini terlihat dari penutupan negatif bursa AS dan mayoritas bursa Eropa semalam," ungkap Teuku.
Bursa regional mengalami penguatan. Indeks Shanghai menguat 7,63 poin atau 0,32 persen ke level 2.416,22. Indeks Hang Seng meningkat tipis 20,44 poin atau 0,10 persen dan berada di kisaran 20.351,08. Indeks Nikkei 225 juga mengalami penguatan 2,32 poin atau 0,03 persen dan bertengger di posisi 9.042,74. Namun, indeks Straits Times justru turun 2,17 poin atau 0,07 persen dan hanya mampu bertahan di posisi 2.898,74.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap USD sedikit menguat dan berada pada level Rp 9.230 per USD.