Bank nasional tantang bank asing

Kini, permodalan bank nasional dinilai semakin kuat.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Bank nasional tantang bank asing
Bank nasional tantang bank asing

Perbankan nasional diyakini mampu bersaing dengan bank asing dari segi permodalan, jika rencana pemberian izin berlapis (multiple license) yang akan dikaitakan dengan permodalan benar-benar dilaksanakan oleh Bank Indonesia. Saat ini, bank sentral tengah merampungkan aturan kepemilikan saham perbankan. 

Kini, permodalan bank nasional dinilai semakin kuat. "Perbankan nasional tentu bisa (bersaing) karena permodalan bank nasional makin perkasa," ujar pengamat perbankan Paul Sutaryono kepada merdeka.com, Jumat (25/5).

Dia menjelaskan, adanya pengait antara izin berlapis dengan permodalan, pada dasarnya bertujuan untuk kesehatan sektor perbankan. Dengan demikian, hanya bank-bank dengan modal kuat dan sehat yang bisa leluasa menjalankan bisnisnya. "Multiple license itu bertujuan untuk membatasi bank tidak terlalu banyak dan makin sehat," jelasnya.

Menurut Paul, hanya ada dua solusi bagi perbankan jika aturan tersebut benar-benar diterbitkan oleh Bank Indonesia, yakni perkuat permodalan atau merger walaupun hal itu tidak mudah.

"(Bank) wajib mengerek modal atau merger. Tapi merger itu selama ini kurang diminati bank nasional karena selain rumit dengan proses lama juga karena pemilik bank lebih prestise memiliki bank sendiri. jadi upaya konsolidasi bank kurang berhasil," tutupnya.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menyatakan bahwa rencana aturan pemberian izin berlapis (multiple license) untuk perbankan yang akan beroperasi akan dikaitkan dengan permodalan bank yang bersangkutan. Dengan adanya pengait tersebut, bank-bank yang sehat dan bermodal besar akan lebih leluasa mendapatkan izin.

“Kalau kita bicara multiple license, akan ada bank-bank yang hanya boleh melakukan ini dan itu, lebih terbatas kalau modalnya lebih kecil. Nah, bank yang modalnya banyak dan sehat itu, akan diperbolehkan untuk berbisnis macam-macam,” kata Gubernur BI Darmin Nasution, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Rekomendasi