Total alami gangguan, produksi gas terancam turun

Produksi gas Total E&P Indonesie menurun dari 2.200 mmscfd menjadi 1.800 mmscfd.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Total alami gangguan, produksi gas terancam turun
Gas PGN. merdeka.com/dok

Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) mengatakan produksi gas nasional tahun ini akan mengalami penurunan seiring dengan adanya kerusakan di area produksi Total E&P Indonesie.

Total E&P Indonesie adalah perusahaan migas asal Perancis yang merupakan produsen gas terbesar di Indonesia. Rata-rata produksi Total adalah 2.200 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd). 

Deputi Pengendalian Operasi BP Migas Rudi Rubiandini mengatakan, dengan adanya gangguan produksi dari Total, maka produksi total akan turun menjadi 1.800 mmscfd.

"Total sedang sakit. Jadi rencananya 2.020 mmcfd seperti dalam WP&B (Work Program & Budget). Tapi karena ada masalah di sub service Sisi dan Nubi, kemudian ada masalah transportasi dari rig dan connection peralatan serta turn around, produksi saat ini hanya 1.800 mmcfd," ujar Rudi.

Rudi mengharapkan gangguan produksi tersebut dapat diperbaiki sehingga dapat mencapai produksi gas sesuai dalam WP&B. "Karena kalau tidak dan konstan seperti ini sampai akhir tahun, Total bisa kehilangan opportunity sebanyak 18-20 kargo," katanya.

Rudi menambahkan gangguan ini tidak boleh disepelekan karena dapat menyebabkan turunnya produksi gas nasional. "Kami sangat mendukung Total untuk menyelesaikan subsurface problems di Sisi Nubi," pungkasnya.

Total mengelola blok gas Mahakam di Kalimantan Timur. Saat ini, perusahaan tersebut menyalurkan produksi gasnya ke kilang pengolahan gas Badak di Bontang.

Menurut data BP Migas, produksi gas rata-rata tahun ini hanya sebesar 8.633 mmscfd. Angka ini lebih rendah dari produksi gas tahun lalu yaitu sebesar 8.845 mmscfd.

 
gas
Rekomendasi