Indonesia lebih pilih Korea sebagai mitra dagang

Presiden dikabarkan sudah menyepakati komprehensif partnership yang akan dimulai pertengahan Agustus nanti.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Indonesia lebih pilih Korea sebagai mitra dagang
impor ekspor. merdeka.com/dok

Dalam skema kerjasama perdagangan bebas Asean China Free Trade Agreement (ACFTA) dinilai belum memberikan keuntungan kepada industri dalam negeri. Alasannya, barang produksi Indonesia masih kalah saing dengan barang China karena mahalnya bahan baku, kurangnya pasokan komponen, serta mahalnya energi.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, pihaknya lebih memilih Korea sebagai mitra atau relasi bisnis perdagangan bebas. Jika dibandingkan dengan negara maju lainnya, Korea lebih kooperatif.

"Perdagangan bebas dengan Korea karena orangnya tidak banyak omong, sementara kalau Amerika terlalu politis, banyak faktor politisnya," ungkap MS Hidayat di Kantornya beberapa waktu lalu.

Hidayat menyebutkan, jika bekerjasama dengan Uni Eropa, standar produk terlalu tinggi. Sedangkan untuk penguatan kerjasama dengan India, pemerintah tidak terlalu optimistis. Alasannya, saat ini India dan Indonesia sama-sama negara Asia yang tengah tumbuh dan mengejar kekuatan ekonomi melalui perdagangan dan investasi. India terkenal pandai bernegosiasi.

Perjanjian kerjasama dengan Korea diyakini akan mendongkrak perdagangan Indonesia. Selain itu, dari sisi investasi, Korea termasuk negara yang potensial di mata Indonesia. "Dia (Korea Selatan) investment-nya besar di Indonesia, dan selama kurun waktu krisis berkali-kali, dia itu tidak pernah meninggalkan kita," ucap Hidayat.

Mantan Ketua umum Kadin ini mengaku bahwa penguatan perjanjian kerjasama dengan Korea telah mendapat dukungan penuh dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden juga sudah menyepakati komprehensif partnership yang akan dimulai pertengahan Agustus nanti. " Kita bisa menuntut target investasi ke sini terhadap produk yang nanti bisa kita ekspor," jelasnya.

Perjanjian kerjasama ini akan melibatkan stakeholder yang akan memberikan warna, referensi, serta substansi baru yang mengakomodir kepentingan industri dalam negeri.

Rekomendasi