Tidak hanya negara maju, Indonesia juga memiliki strategi dalam kerjasama perdagangan bebas. Pemerintah tidak ingin terus menerus dirugikan karena kebijakan perdagangan bebas.
Kementerian Perindustrian akan menerapkan kewajiban peningkatan investasi bagi mitra dagang jika ingin tetap menjalin kerjasama perdagangan dengan Indonesia. Menteri perindustrian MS Hidayat menjelaskan, dalam kebijakan tersebut, pemerintah akan mendesak mitra dagang untuk meningkatkan nilai investasinya di Indonesia, selain peningkatan volume perdagangan.
"Di samping peningkatan volume perdagangan saya juga akan menuntut peningkatan investasi," ungkap Hidayat ketika ditemui di kantornya, Kamis (5/4).
Sebagai pilot project, kebijakan ini akan diterapkan untuk skema perjanjian perdagangan bebas Korea yang akan diberlakukan terhitung mulai Agustus 2012. "Kalau korea FTA, saya akan siapkan kebijakan ini. Itu persyaratan saya, harus ada peningkatan volume investasi," tegasnya.
Mantan Ketua umum Kadin ini menegaskan, pemerintah akan menuntut target investasi dari Korea. Namun, dia tidak menyebutkan berapa target investasi yang akan diminta. "Kita sedang menyiapkan makalah Indonesia, minta mereka lakukan investasi sesuai kepentingan kita," tandasnya.
Sebelumnya Hidayat mengakui, adanya perdagangan bebas disinyalir hanya merugikan industri dalam negeri karena ketidaksiapan industri serta infrastruktur dalam negeri. Daya saing antara produk dalam negeri dan produk impor yang dijual murah di pasar domestik, dinilai sebagai penyebab matinya industri dalam negeri.