Setahun bencana tsunami, ekonomi Jepang merambat naik

Penjualan ritel bulan Februari naik 3,5 persen dibandingkan Februari tahun lalu.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Setahun bencana tsunami, ekonomi Jepang merambat naik
Bencana tsunami Jepang yang terjadi awal tahun lalu. merdeka.com/dok

Setelah  setahun pasca bencana besar berupa gempa dan tsunami di Fukushima, Jepang akhirnya mulai merambat naik. 

Hal tersebut dibuktikan dengan hasil kinerja perdagangan Februari di negara matahari terbit tersebut menanjak di luar dugaan. Hal tersebut mengindikasikan bahwa tingkat kepercayaan konsumen telah membaik.

Menurut laporan dari BBC berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan Jepang, penjualan ritel bulan Februari naik 3,5 persen dibandingkan Februari tahun lalu. Padahal para pengamat ekonomi hanya memprediksi kenaikan tahun ini hanya 1,3 persen.

Penjualan ritel tersebut naik 1,9 persen di bulan Januari lalu dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. 

Analis mengatakan bahwa statistik ritel yang paling akhir tersebut menunjukkan bahwa perekonomian Jepang telah mulai menanjak.

Hal tersebut juga didukung oleh menguatnya indeks saham Nikkei 225  dalam minggu ini yang telah pulih seperti keadaan sebelum gempa tahun lalu.

"Saya pikir konsumen telah merasa lebih percaya diri dengan situasi saat ini," ujar Masamichi Adachi dari JP Morgan, Tokyo.

Subsidi pemerintah untuk kendaraan yang hemat bahan bakar juga telah membantu mendorong permintaan domestik.

Meski begitu, para pengamat ekonomi mengatakan kemungkinan pertumbuhan konsumsi rumah tangga hanya sedikit berkembang.

"Berdasarkan bukti tersebut, saya tidak akan mengatakan bahwa sektor rumah tangga juga ikut berkembang. Karena negosiasi serikat tenaga kerja untuk menambah gaji mereka tidak berlangsung dengan mulus," ujar Toshihiro Nagahama dari Dai-ichi Life Research Institute.

"Pergerakan di bulan Februari lebih karena subsidi dari pemerintah," pungkas dia. (BBC)

 
Rekomendasi