Kementerian Sumber Daya Mineral memastikan pengoperasian terminal terapung gas alam cair (Floating Storage Regasification Unit/FSRU) di Teluk Jakarta yang sebelumnya direncanakan pada Maret 2012 mundur menjadi Agustus 2012."Keterlambatan di antaranya karena ada jangkar kapal besar yang mengganggu pembangunannya," ujarnya
Menteri Energi Sumber Daya Mineral Jero Wacik di gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu (14/3).Selain itu, proyek serupa di Belawan Sumatera Utara juga diperkirakan mundur dari jadwal semula September 2012. Sehingga akibat keterlambatan pengoperasian dua proyek terminal terapung gas tersebut meningkatkan subsidi listrik hingga Rp 8,28 triliun di tahun 2012, karena pemakaian Bahan Bakar Minyak bersubsidi. Jero menegaskan akibat proyek yang terhambat, pasokan gas yang direncanakan mencapai 372,5 triliun british thermal unit (TBTU) untuk kebutuhan pengoperasian kedua terminal tersebut hanya akan terserap351,5 TBTU atau berkurang 21 TBTU. Seperti diketahui keterlambatan proyek tersebut merupakan salah satu penyebab tambahan subsidi Rp 49,1 triliun. Kedua terminal terapung tersebut merupakan amanat Instruksi Presiden No 14 Tahun 2011. Terminal Jakarta dibangun dengan berkapasitas 3 juta ton per tahun dan Medan 2,5 juta ton per tahun.