PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui Pupuk Kujang telah memastikan ketersediaan pupuk subsidi bagi petani di Indonesia. Komitmen ini diwujudkan menjelang puncak musim tanam 2025 untuk menjamin pasokan yang memadai. Langkah ini diambil untuk mendukung produktivitas pertanian nasional.
Sebanyak 191,25 ton pupuk bersubsidi telah dilepas dari Pupuk Kujang di Karawang, Jawa Barat, pada Jumat (29/11). Pengiriman ini ditujukan untuk berbagai wilayah di Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, dan Banten. Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani terdaftar.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, menegaskan bahwa pupuk yang dikirim sudah dapat ditebus oleh petani. Penebusan dilakukan di kios atau pengecer resmi dengan harga eceran tertinggi (HET) terbaru yang telah mengalami penurunan.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Penyaluran dan Harga Terjangkau
Pupuk Indonesia Grup menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stok pupuk bersubsidi. Pelepasan lima truk yang membawa total 191,25 ton pupuk ini menjadi bukti nyata keseriusan perusahaan. Upaya ini diharapkan dapat menjangkau petani secara lebih efektif dan efisien.
Rahmad Pribadi menjelaskan bahwa pupuk subsidi yang disalurkan dapat ditebus oleh petani yang terdaftar. Penebusan ini menggunakan harga eceran tertinggi (HET) yang telah disesuaikan. Harga pupuk telah turun sebesar 20 persen sejak 22 Oktober 2025, memberikan keringanan bagi petani.
“Hari ini kami melepas lima truk berisi 191,25 ton pupuk bersubsidi dari Pupuk Kujang ke berbagai wilayah di Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, dan Banten,” kata Rahmad Pribadi. Pernyataan ini disampaikan saat pelepasan truk pengangkut pupuk di area PT Pupuk Kujang, Kabupaten Karawang.
Advertisement
Pengiriman ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani terdaftar e-RDKK. Hal ini sangat penting untuk memastikan kelancaran kegiatan pertanian pada puncak musim tanam tahun ini.
Advertisement
Strategi Distribusi dan Pengamanan Stok Nasional
Pupuk Kujang, sebagai salah satu produsen utama, telah menyalurkan pupuk subsidi melebihi kebutuhan untuk wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. Strategi ini merupakan langkah antisipasi untuk menghadapi puncak musim tanam. Fokus distribusi utama adalah Jawa Barat karena kebutuhan yang besar.
“Jadi kita sudah antisipasi lebih untuk mengantisipasi musim tanam yang sekarang menuju puncaknya,” ujar Rahmad Pribadi. Ia menambahkan bahwa pengiriman dari Pupuk Kujang difokuskan ke Jawa Barat, serta sebagian kecil ke Jawa Tengah dan Banten.
Secara keseluruhan, Pupuk Indonesia berkomitmen menjaga ketersediaan pupuk dengan menyediakan stok total 1,1 juta ton. Stok ini terdiri dari 701.954 ton pupuk bersubsidi dan sisanya adalah pupuk nonsubsidi. Untuk wilayah Jawa Barat saja, disiapkan 49.375 ton pupuk bersubsidi.
Advertisement
Penyaluran ini melibatkan keberangkatan lima truk, termasuk tiga truk pupuk Urea dan dua truk pupuk NPK. Truk-truk ini menuju gudang-gudang strategis seperti Gudang Jatibarang II, Beji, Cibadak, Pasir Hayam, dan Dawuan.
Advertisement
Dukungan Terhadap Swasembada Pangan Nasional
Langkah konkret Pupuk Indonesia Grup ini menegaskan komitmen untuk memastikan penyaluran pupuk subsidi tepat waktu dan tepat alokasi. Hal ini sangat krusial untuk menjaga stabilitas produksi pertanian. Ketersediaan pupuk yang memadai adalah kunci keberhasilan panen.
Upaya berkelanjutan dalam menjaga ketersediaan pupuk ini memiliki dampak yang luas. Dukungan ini secara langsung berkontribusi pada tercapainya swasembada pangan nasional. Petani dapat menggarap lahannya dengan optimal tanpa kekhawatiran kekurangan pupuk.
Pelepasan pupuk bersubsidi dari pabrik Pupuk Kujang ini merupakan bagian dari upaya memperkuat stok lapangan. Penguatan stok ini dilakukan menjelang musim tanam, sebuah periode krusial bagi petani. Kualitas pupuk juga menjadi prioritas utama dalam penyaluran ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews