Pulau Padar Jadi 'Pasar', BTNK Bakal Terapkan Sistem Kuota Wisatawan TNK Mulai 2026

Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) sosialisasikan penerapan sistem kuota wisatawan TNK untuk menjaga daya dukung kawasan, mulai uji coba 2025 dan implementasi penuh 2026.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pulau Padar Jadi 'Pasar', BTNK Bakal Terapkan Sistem Kuota Wisatawan TNK Mulai 2026
Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) sosialisasikan penerapan sistem kuota wisatawan TNK untuk menjaga daya dukung kawasan, mulai uji coba 2025 dan implementasi penuh 2026. (AntaraNews)

Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) secara aktif mensosialisasikan penerapan sistem kuota kunjungan wisatawan yang akan diberlakukan di Taman Nasional Komodo (TNK). Sosialisasi ini dilakukan kepada para pelaku wisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai langkah antisipatif terhadap peningkatan jumlah pengunjung.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari diskusi konsultasi publik yang telah dilaksanakan secara bertahap pada Mei hingga Agustus 2025 bersama asosiasi pariwisata setempat. Tujuannya adalah untuk menjaga kelestarian sumber daya alam dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi para pengunjung di salah satu destinasi pariwisata unggulan Indonesia tersebut.

Penerapan sistem kuota wisatawan masuk TNK ini direncanakan akan melalui tahap uji coba pada Januari-Maret 2025 sebelum diimplementasikan secara penuh pada April 2026. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pengelolaan kunjungan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Kepala BTNK, Hendrikus Rani Siga, menegaskan bahwa penerapan sistem kuota wisatawan ini merupakan respons terhadap tantangan pelestarian lingkungan. "Kita diperhadapkan pada pilihan mau menyelamatkan sumber daya alam dan juga meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pengunjung atau kita mau banyak pengunjung ke taman nasional," ujarnya, menyoroti dilema antara jumlah pengunjung dan keberlanjutan ekosistem.

Kepadatan wisatawan, terutama di destinasi favorit seperti Pulau Padar, telah menjadi perhatian serius. Hendrikus Rani Siga menambahkan, "Kemarin viral lagi terkait dengan 'pasar' di Pulau Padar, pasarnya sudah pindah lagi ke Pulau Padar, saya kira ini menjadi atensi pak menteri, pak dirjen dan terhadap hal ini dan kami diinstruksikan segera menerapkan sistem kuota di Taman Nasional Komodo." Fenomena ini menunjukkan bahwa jumlah pengunjung telah melampaui daya dukung daya tampung (DDDT) kawasan tersebut.

Data kunjungan wisatawan ke TNK memang menunjukkan tren peningkatan signifikan pasca-pandemi Covid-19. Pada tahun 2024, tercatat kunjungan mencapai 340 ribu orang, angka yang mendekati batas maksimum DDDT sebesar 350.439 kunjungan per tahun berdasarkan kajian WWF-Indonesia bersama BTNK tahun 2018. Kondisi ini mendesak BTNK untuk segera melakukan intervensi demi menjaga keseimbangan ekosistem.

Penerapan sistem kuota wisatawan ke TNK akan dilakukan secara bertahap dan membutuhkan kerja sama dari seluruh pihak terkait di Labuan Bajo. Koordinator Urusan Kerjasama Humas dan Pelayanan BTNK, Maria Rosdalima Panggur, menjelaskan bahwa saat ini proses sosialisasi masih terus berjalan. Tahap uji coba akan dilaksanakan pada Januari-Maret 2025, sebelum implementasi penuh pada April 2026.

Sistem ini akan mengatur kunjungan ke seluruh kawasan TNK melalui aplikasi bernama SiOra. "Kami mengatur kunjungan ini ke seluruh kawasan, dengan aplikasi SiOra kami batasi kunjungan maksimal 1.000 orang per hari, karena itu sesuai dengan kajian daya dukung daya tampung kawasan kita di tahun 2018 dan beberapa kajian yang lainnya," kata Maria Rosdalima Panggur, menjelaskan dasar pembatasan tersebut.

Fokus utama dari sistem kuota wisatawan ini adalah meratakan distribusi pengunjung. Maria Rosdalima Panggur menyoroti bahwa kunjungan wisatawan cenderung terpusat di Pulau Padar, terutama pada hari-hari tertentu di musim puncak. "Kita lihat datanya kalau di peak season itu sebagian besar kunjungan banyak ke Pulau Padar dan cuma di hari-hari tertentu, jadi kita mau intervensi di situ sehingga kunjungan itu merata di semua hari sepanjang tahun," jelasnya.

Untuk Pulau Padar, kunjungan akan dibagi menjadi tiga sesi waktu melalui aplikasi SiOra: sesi pertama pukul 05.00-08.00 WITA, sesi kedua pukul 08.00-11.00 WITA, dan sesi ketiga pukul 15.00-18.00 WITA. Setiap sesi akan memiliki alokasi kuota antara 300 hingga 330 orang, memastikan pengalaman wisata yang lebih berkualitas dan tidak membebani lingkungan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi