Produk Horeka RI Raih Potensi Transaksi Rp23 Miliar di Pameran SIRHA Budapest 2026

Produk Horeka RI berhasil mencatatkan potensi transaksi fantastis sebesar Rp23,79 miliar di pameran SIRHA Budapest 2026, membuktikan daya saingnya di pasar Eropa Tengah dan Timur.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Produk Horeka RI Raih Potensi Transaksi Rp23 Miliar di Pameran SIRHA Budapest 2026
Produk Horeka RI berhasil mencatatkan potensi transaksi fantastis sebesar Rp23,79 miliar di pameran SIRHA Budapest 2026, membuktikan daya saingnya di pasar Eropa Tengah dan Timur. (AntaraNews)

Produk makanan, minuman, serta sektor hotel, restoran, dan katering (Horeka) asal Indonesia sukses menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Indonesia Trade Promotion Centre (ITPC) Budapest melaporkan bahwa produk-produk ini berhasil mencatatkan potensi transaksi mencapai 1,41 juta dolar AS, atau setara dengan Rp23,79 miliar, dalam pameran SIRHA Budapest 2026 yang diselenggarakan di Hungaria. Capaian ini menunjukkan besarnya minat pasar Eropa terhadap komoditas unggulan Indonesia.

Pencapaian luar biasa ini tidak hanya menegaskan kualitas produk Indonesia, tetapi juga membuktikan daya saingnya yang kuat di pasar Kawasan Eropa Tengah dan Timur (ETT). Meskipun di tengah tantangan situasi geopolitik global, produk-produk Indonesia tetap mampu menarik perhatian dan minat tinggi dari para pengunjung pameran. Hal ini menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekspor nasional.

Pameran SIRHA Budapest 2026 menjadi ajang strategis bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas jaringan dan pasar di Eropa. Keberhasilan ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi produk-produk Horeka Indonesia untuk menembus pasar global, sekaligus meningkatkan citra Indonesia sebagai produsen produk berkualitas tinggi.

Kepala ITPC Budapest, Suci Mahanani, menyatakan bahwa potensi transaksi yang membanggakan ini merupakan bukti nyata tingginya minat pasar di Kawasan Eropa Tengah dan Timur (ETT) terhadap produk-produk Indonesia. "Pasar di kawasan ETT memiliki minat yang sangat tinggi terhadap produk Indonesia. Paviliun Indonesia mampu mencatatkan potensi transaksi yang membanggakan meskipun situasi geopolitik di Ukraina dan Timur Tengah sedang menantang," ujar Suci dalam keterangan resminya.

Selama tiga hari penyelenggaraan pameran, Paviliun Indonesia menjadi daya tarik utama bagi lebih dari 27.000 pengunjung dari berbagai negara. Pengunjung tersebut datang dari Slovakia, Kroasia, Ceko, Polandia, Jerman, Portugal, dan Prancis, menunjukkan jangkauan pasar yang luas. Tingginya angka kunjungan ini mengindikasikan prospek cerah bagi produk Horeka Indonesia di pasar Eropa.

Produk-produk yang dipamerkan mencakup beragam kategori, mulai dari makanan dan minuman olahan, makanan ringan, minuman herbal, hingga aneka rempah dan minuman teh seduh premium. Selain itu, produk kakao, kopi, vanila dan turunannya, serta produk kontainer plastik premium juga turut menarik perhatian. Keberagaman ini memperlihatkan potensi ekspor Indonesia yang sangat bervariasi dan mampu memenuhi selera pasar internasional.

Partisipasi Indonesia dalam pameran ini didukung oleh tujuh pelaku usaha, di mana lima di antaranya adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). UMKM ini merupakan hasil kurasi dari program unggulan yang diinisiasi oleh Kemendag, yaitu UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor).

Program UMKM BISA Ekspor bertujuan untuk membekali UMKM dengan kapasitas inovasi dan adaptasi yang diperlukan untuk bersaing di pasar global. Keberhasilan UMKM ini mencatatkan potensi transaksi yang signifikan di SIRHA Budapest 2026 adalah bukti efektivitas program tersebut. Ini juga menunjukkan bahwa UMKM Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung perekonomian ekspor nasional.

Kehadiran UMKM di pameran internasional seperti SIRHA Budapest 2026 tidak hanya membuka akses pasar baru, tetapi juga memberikan pengalaman berharga dalam memahami standar dan preferensi konsumen global. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah melalui program-program seperti UMKM BISA Ekspor sangat krusial untuk meningkatkan daya saing dan jangkauan produk UMKM Indonesia di pasar internasional.

Hungaria telah lama menjadi mitra dagang strategis bagi Indonesia, terutama untuk produk makanan dan minuman. Komoditas utama yang diminati pasar Hungaria meliputi olahan buah, cokelat, boga bahari, rempah, dan produk kelapa. Minat terhadap produk-produk ini diprediksi akan terus tumbuh, dengan rata-rata tingkat pertumbuhan tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 6,47 persen hingga tahun 2028.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total perdagangan Indonesia dengan Hungaria pada tahun 2025 tercatat sebesar 303,7 juta dolar AS. Angka ini menunjukkan hubungan perdagangan yang kuat dan terus berkembang antara kedua negara. Nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Hungaria pada tahun 2025 mencapai 113,8 juta dolar AS, meningkat 10,65 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 102,8 juta dolar AS.

Peningkatan nilai ekspor ini menggarisbawahi pentingnya Hungaria sebagai gerbang bagi produk Indonesia ke pasar Eropa Tengah dan Timur. Dengan adanya pameran seperti SIRHA Budapest, diharapkan volume perdagangan bilateral dapat terus meningkat, memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi kedua belah pihak.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi