Presiden Jokowi minta pengusaha sawit optimalkan pemanfaatan teknologi
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo meminta pelaku usaha di industri sawit untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi. Hal ini untuk menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit.
"Itu penting, yang namanya kelapa sawit tidak terus dikritik dari LSM. Betul-betul soal keberlanjutan lingkungan yang diperhatikan," ucapnya, saat memberikan sambutan 14th Indonesian Palm Oil Conference and 2019 Price Outlook (IPOC) dengan tema "Indonesia Palm Oil Development : Contribution to SDGs" di Nusa Dua, Bali, Senin (29/10).
Presiden Jokowi juga menjelaskan, bahwa dirinya percaya yang hadir dalam acara tersebut, cinta kelapa sawit dan semuanya ingin produksi kelapa sawit terus bertumbuh. "Tapi saya ingin yang ada di sini juga cinta lingkungan. Kita semua percaya bahwa kelapa sawit turut berperan pencapaian SDGs," imbuhnya.
Presiden Jokowi juga mengatakan, dengan terus dikembangkan industri kelapa sawit dengan teknologi, mampu membuat kelapa sawit di Indonesia berdaya saing. "Contoh mulai dari biji kelapa sawit harus terus dikembangkan, yang unggul dengan teknologi supaya tahan hama dan supaya buahnya lebih banyak," ujarnya.
Presiden Jokowi berpesan agar produksi kelapa sawit di Indonesia jangan sampai kalah dengan negara tetangga seperti Malaysia yang dalam satu hektare bisa menghasilkan 12 ton, sementara di Indonesia masih antara 5 sampai 8 ton per hektare.
"Iya kejarlah masak kita kalah, sama-sama pinternya kok. Di sini kan banyak ahlinya, yang jago-jago mengenai ini, saya lihat belum bergerak saja," tegasnya.
Selain itu, Presiden Jokowi meminta kepada jajarannya, agar lahan perkebunan milik rakyat segera disertifikasi. "Saya sudah minta menteri ekonomi agar segara disertifikatkan. Asal lahannya bukan lahan sengketa, sudah berikan sertifikatnya. Kalau mau memberi sertifikat pada rakyat jangan lama-lama," ujarnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya