Potret Komplek Perumahan Berlokasi di Atap Mal, Mewah dan Bikin Takjub

Kamis, 30 Januari 2020 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Potret Komplek Perumahan Berlokasi di Atap Mal, Mewah dan Bikin Takjub Komplek perumahan di atas mall Thamrin City. Twitter/@shahrirbahar1

Merdeka.com - Komplek perumahan biasanya dibangun di sebuah lahan yang sangat luas dan terletak di tepi jalan. Namun di sejumlah tempat, komplek perumahan justru dibangun di atas pusat perbelanjaan atau mal. Alasannya, untuk mengurangi kepadatan.

Lalu apakah sah membangun komplek perumahan di atas mal? Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menjelaskan rumah di atas mal serupa dengan apartemen yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun.

"Dari perizinan itu sebenarnya tidak berbeda dengan apartemen. Hanya bentuknya aja rumah, dan kepemilikannya strata title HMSarusun (Hak Milik atas Satuan Rumah Susun)," tutur Ali.

Berikut komplek perumahan mewah yang dibangun di atas mal, sampai ada kolam renang:

1 dari 4 halaman

Komplek Perumahan di Atas Mall of Indonesia

di atas mall of indonesia rev1

Kemudian komplek perumahan mewah di atas pusat perbelanjaan juga ada di Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pengamat Properti sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan, harga satu unit rumah di atas mal ini tentunya tidak murah.

"Pasar ini sangat segmented, karena dimintai oleh (golongan) menengah atas yang butuh prestise karena harganya juga cukup mahal," ungkapnya, Minggu (30/6/2019).

Adapun menurut informasi dari sejumlah situs jual-beli properti, harga rumah yang dijual di The Villas MOI dibanderol pada kisaran Rp 3,8-5,3 miliar per unit.

Untuk satu unit rumah di atas mal seharga Rp 3,8 miliar, bangunan tersebut berdiri di atas lahan seluas 152 meter persegi. Sementara rumah seharga Rp 4,1 miliar memiliki luas sekitar 156 meter persegi, dan rumah berbanderol Rp 5,3 miliar seluas 162 meter persegi.

2 dari 4 halaman

Komplek Perumahan di Atas Thamrin City

di atas thamrin city rev1

Kabar soal komplek perumahan mewah di atas mal Thamrin City, Jakarta Pusat sempat viral. Perumahan yang diberi nama Cosmo Park tersebut memang eksklusif, karena tak sembarang orang bisa masuk ke perumahan itu.

Chief Customer Service The Jakarta Residence, Sudarmi Yuliani mengatakan, konsep perumahan yang dibangun di atas mal ini awalnya dibuat karena melihat semakin padatnya hunian di Jakarta. Di samping itu, perumahan ini dibangun agar memberikan akses mudah bagi penghuni.

"Kalau konsep sendiri kan sekarang hunian khususnya di Jakarta sendiri kan padat. Kalau ini kan superblock jadi kemana dekat, ke mal dekat, ke kantor dekat, ke pusat perbelanjaan dekat, seperti itu sih karena melihat Jakarta yang padat jadi ada hunian di atas itu," katanya saat dihubungi merdeka.com, Rabu (26/6).

Dia mengatakan perumahan ini sendiri sebetulnya sudah ada sejak lama yakni pada 2007 lalu. Hanya saja hunian ini baru terisi sejak 2009. Sementara terdapat 78 unit rumah dengan luas bangunan kurang lebih 100 meter untuk dua lantai.

3 dari 4 halaman

Komplek Perumahan di Atas Mal di China

di atas mal di china rev1

Sebuah komplek perumahan juga ada di atas Jiutian International Plaza, Zhuzhao, China. Terdapat empat rumah yang dilengkapi dengan listrik dan air. Menurut China Daily, bangunan rumah ini akan dijadikan kantor bagi 160 karyawan manajemen real estate di pusat perbelanjaan.

Zhuzhou bersama dengan 33 kota lainnya memang terpilih sebagai 'kota taman tingkat nasional' oleh Pemerintah China pada tahun 2008. Salah satu aturan yang diperkenalkan pada tahun 2011, yakni membuat atap rumah bernuansa hijau dengan ditumbuhi tanaman hidup pada bangunan yang memiliki kurang dari 12 lantai, lebih pendek dari 45 meter dan dibangun dalam 20 tahun terakhir.

4 dari 4 halaman

25 Rumah Mewah di Atap Mal

mewah di atap mal rev1

Perusahaan konstruksi China, Hengyang Wings Group membangun komplek perumahan di atas mall. Komplek perumahan itu terdiri dari 25 rumah dan dibangun di lahan seluas sekitar tiga kali lapangan sepak bola. Meski begitu, Hengyang Wings Group tak memiliki lisensi untuk membangun komplek perumahan di atas mall.

Pemerintah kota Hengyang, Henan, China, melarang penjualan 25 rumah mewah tersebut dan meminta menghancurkannya. Namun Hengyang Wings Group menolak. Alhasil, pemerintah menghadiahkan rumah-rumah mewah itu untuk para pekerja migran, beberapa dari mereka ikut membangun komplek itu. [dan]

Baca juga:
Erick Thohir Kritik Keras Program DP Rumah Nol Persen: Tidak Mendidik Generasi Muda
Industri Properti Tak Terpengaruh Perlambatan Ekonomi Global
REI Tawarkan Skema Subsidi Perumahan Berdasarkan Gaji Konsumen
Kadin Tawarkan 4 Solusi Pendanaan Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah
YLKI Terima 1.871 Aduan Sepanjang 2019, Terbanyak Soal Perbankan
Banjir di Awal Tahun, Harga Properti di 2020 Diprediksi Stabil

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini