PLTA milik keluarga Kalla mulai ujicoba produksi listrik
Merdeka.com - Pembangkit Listrik Tenaga Air Poso II di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, mulai melakukan ujicoba operasional. Sistem pembangkit diharapkan dapat terkoneksi dengan jaringan PT PLN mulai Oktober mendatang. Uji coba PLTA berkekuatan 3 X 65 megawatt (MW) itu ditinjau berada Desa Sulewana, Kecamatan Pamona Timur, Poso.
Manajer Area Palu PT PLN Suroso mengatakan PT Poso Energy terus melakukan serangkaian ujicoba sebelum terkoneksi dengan jaringan milik PLN. "Untuk mendapatkan yang terbaik, harus ada terus tes dan tes," katanya seperti dilansir antara, Minggu (23/9).
Dia mengatakan tes tidak hanya menyangkut performa mesin pembangkit tapi mulai dari kondisi air hingga menyamakan tegangan, frekuensi dan fasa agar antara arus milik PLTA dengan standar PLN.
"Sejauh ini tidak ada kendala saat ujicoba. Jika uji coba berhasil maka akan ada sertifikat dari PLN agar jaringan PLTA dapat terkoneksi dengan PLN," ujarnya.
Dia mengatakan jika dalam empat hari, sertifikat kelayakan listrik sudah keluar, maka listrik PLTA bisa tersambung dengan PLN. Saat ini dari tiga turbin, baru dua turbin yang sedang menjalani ujicoba, sedangkan satu turbin akan diujicoba pada Oktober 2012.
Dengan beroperasinya PLTA Poso II, PLN Area Palu akan mendapatkan tambahan pasokan daya sebanyak 65 megavolt ampere, sedangkan sisa daya PLTA akan dikirim ke Sulawesi Selatan.
Dia menegaskan setelah PLTA Poso II terhubung, proyek selanjutnya adalah penyambungan lima megavolt ampere untuk melayani kawasan Tentena dan Kabupaten Poso. "Kalau transmisi selesai, ya Kota Palu bisa dapat pasokan dari PLTA. Untuk tahap awal, baru lima MVA yang masuk ke Tentena dan Poso," katanya menegaskan.
Direktur Utama PT Poso Energy Ahmad Kalla mengatakan sebagian besar listrik PLTA akan didistribusikan ke Sulawesi Selatan. Namun ada kemungkinan Sulawesi Tengah akan mendapatkan pasokan listrik lebih besar. "Kondisi listrik di Sulsel sudah surplus sekarang dan dipastikan akan dialirkan ke Sulteng." katanya.
Apabila PLTA telah mengirim listrik ke Palu, maka PLN Palu akan mematikan pembangkit berbahan bakar solar yang tidak efisien. Dengan mendapatkan pasokan PLTA ini, PLN Palu hanya membutuhkan Rp 700,00 sampai Rp 800,00 per KWH untuk beli listrik sedangkan harga pembelian listrik PLN Palu saat ini Rp 2.800,00 per KWH. Sedangkan PLN Palu menjual listrik ke palanggan Rp 650,00 per KWH. (mdk/arr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya