PGN Pertahankan Rating Kredit 'BBB-' dari Fitch, Tunjukkan Fundamental Bisnis Kuat

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berhasil mempertahankan rating kredit 'BBB-' dengan outlook stabil dari Fitch Ratings. Apa saja faktor kunci di balik ketahanan finansial PGN?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PGN Pertahankan Rating Kredit 'BBB-' dari Fitch, Tunjukkan Fundamental Bisnis Kuat
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berhasil mempertahankan rating kredit 'BBB-' dengan outlook stabil dari Fitch Ratings, menegaskan fundamental bisnis PGN yang kuat sebagai pengelola infrastruktur gas nasional. (AntaraNews)

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), sebagai Subholding Gas Pertamina, berhasil mempertahankan peringkat kredit investment grade di level “BBB-” dengan outlook stabil dari lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings. Afirmasi ini berlaku untuk mata uang asing maupun rupiah, menegaskan posisi finansial yang solid.

Pengumuman ini disampaikan di Jakarta pada Kamis, 12 Maret, oleh Direktur Keuangan PGN, Catur Dermawan. Peringkat tersebut mencerminkan ketahanan fundamental bisnis perseroan serta kekuatan arus kasnya yang konsisten.

Catur Dermawan menekankan bahwa penegasan rating ini menunjukkan kepercayaan lembaga pemeringkat global terhadap stabilitas operasional dan fundamental PGN. Ini juga menggarisbawahi peran strategis PGN sebagai pengelola infrastruktur gas bumi nasional.

Penegasan peringkat kredit “BBB-” bagi PGN didasari oleh fundamental bisnis yang tangguh dan stabilitas operasional yang teruji. PGN mengelola lebih dari 95 persen jaringan infrastruktur gas bumi di Indonesia, menjadikannya pemain kunci dalam sistem energi nasional.

Jaringan transmisi dan distribusi gas yang luas ini melayani berbagai sektor strategis, termasuk industri, pembangkit listrik, komersial, hingga rumah tangga. Peran vital ini menjadikan PGN operator infrastruktur energi yang sangat penting untuk ketahanan energi domestik.

Menurut Catur Dermawan, “Peringkat ini mencerminkan ketahanan fundamental bisnis, kekuatan arus kas, serta posisi strategis perseroan sebagai pengelola infrastruktur gas bumi nasional.” Hal ini diperkuat oleh portofolio infrastruktur gas yang strategis dan kinerja operasional yang andal.

Pada tahun 2025, PGN mencatatkan kinerja keuangan yang solid dengan pendapatan mencapai 3,9 miliar dolar AS. Selain itu, EBITDA perseroan mencapai 971,2 juta dolar AS, menunjukkan efisiensi operasional yang baik.

Posisi arus kas PGN juga tetap kuat, tercatat sebesar 1,3 miliar dolar AS. Kinerja finansial ini memberikan fleksibilitas yang signifikan bagi perseroan untuk menjaga stabilitas operasional dan mendukung pengembangan infrastruktur gas bumi di masa mendatang.

Rasio keuangan PGN menunjukkan perbaikan yang signifikan. Interest coverage ratio meningkat menjadi 17,44 kali pada akhir 2025, dibandingkan 15,83 kali pada tahun sebelumnya, menandakan kemampuan EBITDA yang sangat memadai dalam memenuhi kewajiban bunga.

Selain itu, rasio debt-to-equity membaik menjadi 30,5 persen dari 34,6 persen sebelumnya. Ini menunjukkan pengelolaan struktur permodalan yang prudent serta disiplin keuangan yang terjaga dengan baik oleh PGN.

Ke depan, PGN berencana untuk terus memperkuat fundamental bisnisnya melalui berbagai strategi. Optimalisasi pemanfaatan infrastruktur gas bumi nasional menjadi salah satu fokus utama untuk meningkatkan efisiensi dan jangkauan layanan.

Integrasi portofolio pasokan gas pipa dan LNG juga akan terus ditingkatkan untuk memastikan ketersediaan energi yang berkelanjutan. Peningkatan efisiensi operasional secara menyeluruh akan menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan di tengah dinamika pasar energi.

Catur Dermawan menegaskan komitmen PGN, “PGN berkomitmen untuk terus menjaga keandalan operasional, memperkuat integrasi infrastruktur gas nasional, serta memastikan keberlanjutan pasokan energi bagi pelanggan di seluruh Indonesia.” Ini menunjukkan visi jangka panjang PGN dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi