Peraih Nobel Ekonomi 2004 Sarankan Indonesia Tak Alergi Investasi Asing

Sabtu, 9 Maret 2019 11:00 Reporter : Merdeka
Peraih Nobel Ekonomi 2004 Sarankan Indonesia Tak Alergi Investasi Asing Prof Finn Kydland. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Finn Erling Kydland, peraih nobel ekonomi 2004, menyebut investasi asing membawa kebaikan ke suatu negara. Hal yang sama tentunya berlaku untuk investasi asing di Indonesia.

Meski belakang isu investasi asing, seperti dari China, sedang menjadi polemik, tetapi Kydland mengajak memahami esensi dasar dari investasi asing.

Dia menyebut, negara dapat mengambil keuntungan dari investasi asing untuk mendanai proyek-proyek yang tidak seluruhnya bisa dilaksanakan dengan dana domestik.

"Investasi asing, secara umum, seharusnya merupakan hal yang baik. Itu adalah cara membantu ketika negara tak memiliki sumber sendiri dan dana yang cukup," ujar dia dalam konferensi pers di Universitas Binus, Jakarta Barat, Jumat (8/3).

"Dan hal tersebut (investasi asing), jika dilakukan dengan benar, maka dapat membantu ekonomi tumbuh lebih cepat," ucap Kydland.

Dia pun mencontohkan negaranya, Norwegia, yang pada 1920 sampai 1930-an sangat miskin. Norwegia pun mengandalkan dana investor asing untuk berkembang. Kydland berkata, Norwegia jadi tumbuh lebih cepat berkat investasi.

Ketika ditanyakan mengenai kasus investor China, Huang Xiangmo, yang mencoba mempengaruhi politik di Australia, Kydland menyebut kasus itu berbeda, sebab tidak memberikan kontribusi apapun bagi ekonomi.

"Menggunakan uang untuk mempengaruhi politisi adalah hal berbeda. Itu sama sekali tak membantu memperkaya sebuah negara," kata dia.

Secara ekonomi, Kydland menepis anggapan, investasi asing, seperti untuk infrastruktur atau pabrik, dapat berniat jahat. Menurut dia, setiap investor pasti ingin agar proyek sukses agar mendapatkan untung.

"Sebagai investor, kamu pasti selalu berharap mendapat untung. Kamu tak akan melakukannya kecuali yakin ada keuntungannya. Jadi saya tak dapat memikirkan contoh bahwa investasi dapat memiliki niat jahat atau buruk," kata dia.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6 [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini