Penjelasan Pakar Konstruksi soal Kualitas Aspal di Jalan Lampung yang Rusak Parah
Merdeka.com - Jalan di Provinsi Lampung menuai sorotan saat Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan untuk memantau secara langsung kondisi infrastruktur di sana. Di media sosial, banyak pihak mengunggah video yang menunjukan sejumlah kendaraan operasional lalu lalang melakukan pengaspalan secara instan.
Meski demikian, kondisi sejumlah ruas jalan di Lampung masih terpantau rusak parah. Menurut Sekretaris Jenderal Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), Andi Karumpa, masalah yang menjadi sorotan saat ini bukan perkara kualitas aspal.
"Ini bukan persoalan mutu aspal tapi lapis pondasi di bawah aspal," ujar Andi kepada merdeka.com, Jumat (5/5).
Dia menerangkan, aspal hanya sebagai pelapis pengerasan final sekaligus sebagai proses akhir pembangunan jalan. Sehingga, yang paling utama adalah badan jalannya dan lapis pondasi di bawah aspal (hotmix).
Untuk membangun jalan, ada dua metode yanh sering dipakai oleh para kontraktor yaitu rigid pavement dengan slab beton bertulang dan flexibility pavement.
Sebagai informasi, rigid pavement mempunyai lapisan struktur yang lebih sedikit dibanding dengan flexible pavement. Sedangkan flexibility pavement yaitu perkerasan yang umumnya menggunakan bahan campuran beraspal sebagai lapis permukaan serta bahan berbutir sebagai lapisan di bawahnya.
Menurut Andi, dari kedua metode ini sama-sama memiliki keuntungan dan kekurangan. Namun, jika dilihat dari sisi ekonomi, pembangunan jalan dengan metode rigid pavement dengan slab beton bertulang, biayanya 150 persen lebih mahal dibandingkan flexibility pavement.
"Jika menginginkan kehandalan pelatanan tentu dengan slab beton bertulang, tapi dengan konsekuensi high cost di awal, maintenance murah. Bicara harga di awal, slab beton bisa 150 persen dari aspal," jelasnya.
Sementara untuk flexibility pavement biaya di awal akan murah, namun dari segi perawatan cukup menghabiskan banyak biaya. "Flexible pavement murah di biaya setupnya tapi mahal di pemeliharaannya," katanya.
Namun Andi tidak menyebutkan kisaran biaya sebuah kontraktor untuk membangun atau bahkan memperbaiki satu jalan.
Sindiran atas kualitas jalan di Lampung menjadi sebuah utasan akun twitter @PartaiSocmed.
"Acaranya akan meninjau beberapa jalan yang dibiayai oleh APBN," tulis akun Twitter tersebut, dikutip Selasa (2/5).
Lebih lanjut sumber akun ini juga mengungkap, Presiden Jokowi akan melewati jalan-jalan jelek viral di Kecamatan Rumbia, Lampung.
Keterangan tulisan akun tersebut juga menyebutkan, saat ini pemerintah setempat tengah mengatasi jalan yang rusak.
Dalam foto yang diunggah akun @PartaiSocmed ini juga mengungkap, Gubernur Lampung Arinal Junaidi serta Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad terlihat meninjau lokasi yang hendak dikunjungi Presiden Jokowi.
Masih menurut sumber ini, perjalanan darat kunjungan Jokowi ke Lampung akan menggunakan mobil dan motor. Akun ini juga mengunggah video dan foto lain yang memperlihatkan berbagai alat berat diturunkan ke lokasi jalan rusak yang akan dikunjungi Presiden Jokowi, demi membuat jalanan di sana lebih baik.
"Alat berat sudah siap tempur agar kedatangan Presiden tidak terlalu malu-maluin," kata akun tersebut melalui keterangan di sebuah foto yang memperlihatkan deretan kendaraan alat berat.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya