Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) mengambil langkah strategis untuk menggenjot produksi pangan di wilayahnya. Gubernur Yulius Selvanus mengumumkan rencana distribusi lahan pertanian seluas 2.000 hektare kepada para petani. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan daerah secara signifikan.
Pengumuman penting ini disampaikan Gubernur Yulius Selvanus pada hari Sabtu, 24 Januari, saat menghadiri 'Gerakan Tanam Padi' di Desa Solog, Kabupaten Bolaang Mongondow. Selain distribusi lahan, Pemprov Sulut juga berkomitmen menyediakan bantuan alat serta sarana pertanian. Inisiatif ini merupakan wujud nyata dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian.
Bantuan yang akan disalurkan mencakup dua unit traktor tangan untuk Kabupaten Bolaang Mongondow, dengan satu unit dialokasikan khusus bagi petani di Desa Solog. Selain itu, lima unit pompa air juga akan diberikan untuk memastikan ketersediaan air saat musim kemarau. Ini adalah upaya antisipatif menghadapi potensi kekurangan air dan menjaga hasil panen.
Advertisement
Advertisement
Gubernur Yulius Selvanus menegaskan komitmen Pemprov Sulut dalam meningkatkan produksi pangan melalui program distribusi lahan pertanian. Sekitar 2.000 hektare lahan akan dialokasikan untuk mendukung para petani di berbagai wilayah. Program ini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah untuk mencapai swasembada pangan.
Selain alokasi lahan, bantuan alat pertanian modern juga akan diberikan untuk menunjang aktivitas petani. Kabupaten Bolaang Mongondow akan menerima dua unit traktor tangan, yang salah satunya akan digunakan oleh petani di Desa Solog. Bantuan ini bertujuan untuk efisiensi dan peningkatan produktivitas pertanian di daerah tersebut.
Ketersediaan air menjadi faktor krusial dalam pertanian, terutama saat musim kemarau. Oleh karena itu, Pemprov Sulut akan menyediakan lima unit pompa air untuk petani. Gubernur berharap pengelolaan pompa air ini dapat dilakukan secara merata, memastikan seluruh lahan pertanian di Kabupaten Bolaang Mongondow tetap terairi dengan baik.
Advertisement
Advertisement
Gubernur Yulius Selvanus juga memberikan imbauan penting kepada para petani terkait pemanfaatan hasil panen. Ia menekankan agar petani memanfaatkan hasil panen dengan bijak, sebagian untuk konsumsi pribadi dan sebagian lagi untuk dijual. Pesan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah praktik penimbunan.
"Tanam yang kita makan, makan yang kita tanam, sebagian dijual, jangan ditimbun, nanti bisa inflasi," tegas Gubernur Yulius. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya distribusi pangan yang merata. Penimbunan logistik dapat memicu kenaikan harga dan berdampak negatif pada perekonomian masyarakat luas.
Gubernur juga mengingatkan bahwa Kabupaten Bolaang Mongondow memiliki peran penting sebagai pemasok pangan bagi daerah lain. Oleh karena itu, menjaga kelancaran pasokan dan menghindari penimbunan menjadi tanggung jawab bersama. Hal ini akan mendukung stabilitas pasokan pangan di tingkat regional.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan respons positif terhadap usulan Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, mengenai lahan pertanian yang belum tergarap. Lahan-lahan ini terkendala akses jalan yang belum memadai, sehingga menghambat potensi pertaniannya. Pemprov siap memberikan dukungan untuk membuka akses tersebut.
Dukungan ini merupakan bagian dari upaya komprehensif Pemprov Sulut untuk mengoptimalkan seluruh potensi pertanian di daerah. Dengan membuka akses jalan ke lahan-lahan yang belum tergarap, diharapkan lebih banyak area produktif dapat dimanfaatkan. Hal ini akan berkontribusi pada peningkatan total produksi pangan.
Komitmen Pemprov Sulut untuk mengatasi kendala infrastruktur pertanian menunjukkan keseriusan dalam pengembangan sektor ini. Kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi kunci keberhasilan program-program pertanian. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews