Pemkab Magetan Dukung Rejomulyo Jadi Sentra Pisang Cavendish, Perkuat Ketahanan Pangan

Pemerintah Kabupaten Magetan serius mendukung Desa Rejomulyo sebagai Sentra Pisang Cavendish. Inisiatif ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi warga melalui pemanfaatan pekarangan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Magetan Dukung Rejomulyo Jadi Sentra Pisang Cavendish, Perkuat Ketahanan Pangan
Pemerintah Kabupaten Magetan serius mendukung Desa Rejomulyo sebagai Sentra Pisang Cavendish. Inisiatif ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi warga melalui pemanfaatan pekarangan. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur, memberikan dukungan penuh untuk pengembangan Desa Rejomulyo di Kecamatan Barat. Dukungan ini bertujuan menjadikan desa tersebut sebagai sentra penghasil pisang Cavendish dengan mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan warga untuk budidaya komoditas unggulan melalui program ketahanan pangan desa.

Kepala Desa Rejomulyo, Aris Purwanto, menyatakan bahwa inisiatif ini memanfaatkan dana ketahanan pangan dari dana desa secara tepat dan berkelanjutan. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembelian bibit pisang Cavendish yang saat ini memiliki prospek pasar cukup baik.

Pengembangan pisang Cavendish diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat. Program ini juga sejalan dengan arahan kepala daerah setempat untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis.

Kepala Desa Rejomulyo, Aris Purwanto, menegaskan pentingnya pemanfaatan dana ketahanan pangan desa secara berkelanjutan. Dana yang terbatas tersebut tidak hanya untuk program sekali pakai, melainkan investasi jangka panjang bagi masyarakat. Inisiatif ini muncul karena masih banyak lahan pekarangan warga yang kurang produktif.

Pemerintah desa berinisiatif mengalokasikan anggaran untuk pembelian bibit pisang Cavendish. Bibit ini kemudian didistribusikan kepada warga yang memiliki pekarangan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan nilai manfaat ekonomi yang signifikan bagi warga.

Pada tahap awal, program ketahanan pangan desa ini menyasar 50 keluarga. Setiap keluarga yang berpartisipasi akan menerima dua bibit pisang Cavendish untuk ditanam di pekarangan mereka. Warga yang memiliki kemampuan lebih juga didorong untuk membeli bibit secara mandiri guna mempercepat pengembangan.

Pisang Cavendish saat ini memiliki permintaan pasar yang tinggi, termasuk untuk kebutuhan program pemerintah. Aris Purwanto menyebutkan bahwa pisang ini banyak dicari untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis. Ini merupakan peluang besar yang harus ditangkap oleh Desa Rejomulyo.

Gerakan menanam pisang Cavendish ini selaras dengan arahan kepala daerah setempat. Tujuannya adalah mendukung program nasional sekaligus membangun citra desa. Dengan demikian, Desa Rejomulyo dapat dikenal sebagai sentra penghasil pisang Cavendish di Magetan.

Potensi pasar yang menjanjikan ini menjadi motivasi utama bagi pemerintah desa dan warga. Pengembangan komoditas ini diharapkan dapat memberikan dampak positif secara ekonomi. Hal ini tentunya akan mempercepat pertumbuhan ekonomi desa secara keseluruhan.

Aris Purwanto menargetkan dalam satu tahun ke depan, Desa Rejomulyo akan dikenal luas sebagai penghasil pisang Cavendish di Kabupaten Magetan. Target ini menunjukkan ambisi besar pemerintah desa untuk mengembangkan potensi lokal. Pencapaian target ini akan menjadi tonggak penting bagi desa.

Dirinya berharap gerakan ini mampu memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat secara signifikan. Peningkatan kesejahteraan warga menjadi tujuan utama dari inisiatif ini.

Program ini tidak hanya membantu program pemerintah pusat, tetapi juga membangun branding desa. Branding sebagai sentra penghasil pisang Cavendish akan menarik perhatian pasar dan investor. Muaranya adalah peningkatan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi