Makassar, 1 April 2026 – Inisiatif pemberdayaan ekonomi perempuan di sektor kakao Sulawesi Selatan menunjukkan hasil signifikan dengan pengelolaan dana mencapai lebih dari Rp15 miliar. Program ini dijalankan melalui 423 Kelompok Simpan Pinjam Desa (Village Savings and Loan Association/VSLA) yang tersebar di lima kabupaten di Sulsel. Keberhasilan ini merupakan buah kolaborasi antara Save the Children Indonesia dan pemerintah daerah setempat, serta didukung oleh lebih dari 100 kelompok usaha mikro.
Lima kabupaten yang menjadi fokus program ini meliputi Luwu Utara, Luwu Timur, Bone, Wajo, dan Soppeng. Program ini bertujuan untuk memperkuat rantai pasok kakao berkelanjutan dengan meningkatkan peran perempuan dalam akses ekonomi dan pengambilan keputusan, baik di tingkat keluarga maupun komunitas. Melalui pendekatan ini, perempuan didorong untuk menjadi agen perubahan ekonomi di daerah mereka.
Senior Direktur untuk Advokasi, Kampanye dan Hubungan Pemerintah Save the Children Indonesia, Tata Sudrajat, menjelaskan bahwa inisiatif ini telah berjalan sejak tahun 2020. Program ini tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial antaranggota dan mendorong perilaku keuangan yang lebih disiplin dan produktif di kalangan perempuan petani kakao.
Advertisement
Advertisement
Melalui kelompok VSLA, perempuan di Sulawesi Selatan didorong untuk mengelola keuangan secara mandiri, menciptakan sistem tabungan dan pinjaman yang terstruktur. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga di wilayah penghasil kakao. Dana lebih dari Rp15 miliar yang berhasil dikelola menjadi bukti nyata kapasitas perempuan dalam mengelola keuangan secara kolektif.
Keberadaan VSLA tidak hanya terbatas pada penyediaan akses permodalan, tetapi juga berperan penting dalam membangun solidaritas sosial di antara anggotanya. Jaringan ini memungkinkan pertukaran pengetahuan dan pengalaman, serta mendorong praktik keuangan yang lebih disiplin dan produktif. Salah satu penerima manfaat, Nurhayati, mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam kelompok simpan pinjam tersebut membantunya mengelola pendapatan dari hasil kakao dengan lebih baik, bahkan mampu menyisihkan sebagian untuk tabungan.
Program ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat rantai pasok kakao berkelanjutan. Dengan memberdayakan perempuan secara ekonomi, diharapkan terjadi peningkatan partisipasi mereka dalam pengambilan keputusan di tingkat keluarga dan komunitas, yang pada gilirannya akan mendukung pembangunan ekonomi lokal yang inklusif.
Advertisement
Advertisement
Program pemberdayaan ekonomi perempuan di sektor kakao ini melibatkan berbagai mitra, mulai dari sektor swasta hingga organisasi pembangunan, untuk memperluas dampaknya. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung kemandirian perempuan di wilayah penghasil kakao. Sinergi antara berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan dan keberlanjutan program ini.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian program ini. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulsel, Nursidah, menyatakan bahwa inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong kemandirian ekonomi perempuan.
Ke depan, kolaborasi multipihak ini diharapkan terus diperkuat. Model pemberdayaan ekonomi perempuan ini memiliki potensi besar untuk direplikasi di daerah lain, sehingga dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi sektor pertanian dan perlindungan sosial di seluruh Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan akses perempuan terhadap sumber daya ekonomi melalui VSLA secara langsung berkontribusi pada peningkatan kemampuan mereka dalam pengambilan keputusan. Baik di ranah keluarga maupun komunitas, perempuan kini memiliki suara yang lebih kuat dalam menentukan arah ekonomi dan sosial. Hal ini merupakan langkah maju dalam mewujudkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan seutuhnya.
Pengelolaan dana yang mandiri oleh perempuan juga berdampak positif pada ketahanan ekonomi rumah tangga. Dengan kemampuan menabung dan mendapatkan pinjaman terstruktur, keluarga menjadi lebih siap menghadapi tantangan ekonomi dan memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha-usaha produktif. Ini menciptakan lingkaran positif yang berkelanjutan bagi komunitas.
Program ini menjadi contoh nyata bagaimana pemberdayaan ekonomi perempuan dapat menjadi katalisator bagi pembangunan berkelanjutan. Dengan fokus pada sektor kakao, program ini tidak hanya mengangkat harkat perempuan tetapi juga mendukung komoditas unggulan daerah, menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan inklusif.
Advertisement
Sumber: AntaraNews