Pakan Ikan dan Udang di Indonesia Masih Banyak Diimpor

Pengembangan industri perikanan budidaya, baik air tawar maupun air payau, memiliki kebutuhan pakan yang jumlahnya cukup banyak. Dalam target produksi perikanan budidaya nasional di tahun 2024, diperkirakan, kebutuhan pakan nasional mencapai 12 hingga 13 juta ton.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Pakan Ikan dan Udang di Indonesia Masih Banyak Diimpor
Tambak ikan nila di Danau Toba. ©2015 merdeka.com/angga yudha

Pengembangan industri perikanan budidaya, baik air tawar maupun air payau, memiliki kebutuhan pakan yang jumlahnya cukup banyak. Dalam target produksi perikanan budidaya nasional di tahun 2024, diperkirakan, kebutuhan pakan nasional mencapai 12 hingga 13 juta ton.

"Namun memang sayangnya, produsen pakan komersial masih banyak menggunakan bahan baku impor, bahkan Indonesia mengimpor pakan ikan dan udang," ujar peneliti Balai Riset Buididaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Usman dalam webinar, Jumat (18/6).

Adapun hingga tahun 2024, diproyeksi produksi perikanan budidaya secara nasional mencapai 22,65 juta ton, di mana 41 persennya ialah ikan dan udang.

Tentu untuk mewujudkan target tersebut, masalah pakan ikan harus diselesaikan. Selama ini, pembudidaya ikan level kecil masih menganggap harga pakan pabrikan cukup mahal dan menjadi faktor penghambat perkembangan usaha karena keuntungannya sangat kecil.

Salah satu upaya menekan harga pakan ini ialah dengan memanfaatkan bahan baku lokal untuk pembuatan pakan mandiri. "Bahan baku lokal ini menyebar di beberapa daerah sentra budidaya khususnya di daerah yang lokasinya relatif terpencil," ujar Usman.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi