Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Orang Kaya Paris Hidup Berdampingan dengan Tikus, Ada Apa?

Orang Kaya Paris Hidup Berdampingan dengan Tikus, Ada Apa? paris. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Paris telah lama dikenal sebagai kota mode dunia selama berabad-abad. Di kota ini berbagai merek fashion ternama dunia begitu mudah ditemui.

Namun, siapa sangka Paris mempunyai sisi gelap, bahkan dianggap kotor akibat meningkatnya populasi tikus. Kini, tikus yang terlihat oleh sebagian besar manusia di sekitar kota merupakan hal yang biasa.

"Lagi pula, seperti di banyak kota besar di seluruh dunia, hewan pengerat merupakan aspek dari "le quotidien" kehidupan sehari-hari di Kota Cahaya," tulis forbes dikutip di Jakarta, Jumat (30/6).

Bahkan, Balai Kota Paris kini telah membentuk sebuah komite untuk menyelidiki cara hidup berdampingan dengan tikus, termasuk orang kaya sekalipun. Ini karena populasi hewan pengerat tersebut sudah tidak terbendung lagi bagi warga Paris.

"Seperti yang dijelaskan oleh Wali Kota Paris Anne Hidalgo memiliki pesan untuk tikus yang menguasai Kota Cahaya: Mengapa kita tidak bisa berteman?," ungkap Forbes.

Muncul di Kota Besar Dunia

Lagi pula, permasalahan terkait ledakan populasi tikus juga muncul di sejumlah kota-kota besar dunia. Seperti London, New York, dan banyak kota besar lainnya di dunia.

Maka kehadiran tikus di Paris adalah fakta dari kehidupan sehari-hari. Sehingga, orang-orang menjadi begitu terbiasa dengan kehadiran mereka sehingga media lokal bercanda bahwa mereka adalah bagian dari "dekorasi Paris yang tidak menyenangkan".

Faktanya, Paris adalah kota keempat yang paling banyak dihinggapi tikus di dunia, setelah Deshnoke di India, London, dan New York. Populasi tikus diperkirakan mencapai enam juta ekor, jauh lebih daripada manusia yang hanya 2,1 juta jiwa.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP