Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi tengah gencar melakukan optimalisasi lahan terbatas demi mewujudkan ketahanan pangan lokal. Inisiatif ini diwujudkan melalui peluncuran Gerakan Tanam Cabai (GERTAM PARTI) yang bertujuan memanfaatkan setiap jengkal ruang untuk pertanian produktif.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, pada Jumat lalu di Cimahi, menegaskan komitmen Pemkot dalam menghadapi tantangan keterbatasan lahan. Program ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam sektor pertanian.
Dengan populasi padat mencapai 581.994 jiwa di area seluas 40 km², Pemkot Cimahi berupaya serius mencari solusi inovatif. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk membangun kemandirian pangan dan mendukung kesejahteraan ekonomi daerah.
Advertisement
Advertisement
Tantangan Keterbatasan Lahan dan Inovasi Pertanian di Cimahi
Kepadatan penduduk di Kota Cimahi menjadi tantangan utama dalam pengembangan sektor pertanian. Wali Kota Ngatiyana mengakui bahwa lahan pertanian yang tersedia semakin minim, namun hal ini justru memicu inovasi dalam pemanfaatan ruang.
"Walaupun lahan di Cimahi terbatas, kami memanfaatkan setiap ruang yang ada secara maksimal untuk pertanian. Kami tidak hanya ingin memenuhi kebutuhan cabai, tetapi juga mendorong masyarakat berperan aktif dalam pertanian,” ungkap Ngatiyana.
Pemkot Cimahi terus mencari solusi cerdas untuk mengoptimalkan lahan pertanian secara serius. Fokus pada inovasi menjadi kunci untuk memastikan produksi pangan tetap berjalan di tengah urbanisasi yang pesat.
Advertisement
Upaya optimalisasi lahan Cimahi ini menjadi contoh bagaimana sebuah kota dapat beradaptasi dengan kondisi geografisnya. Dengan demikian, ketahanan pangan dapat tetap terjaga meskipun memiliki wilayah yang tidak luas.
Advertisement
GERTAM PARTI: Membangun Ketahanan Pangan dan Mendukung Program Nasional
Gerakan Tanam Cabai (GERTAM PARTI) menjadi andalan Pemkot Cimahi dalam program optimalisasi lahan. Melalui gerakan ini, lahan seluas 18 hektar telah dialokasikan untuk budidaya cabai dan pengembangan sektor peternakan.
Selain cabai, lahan tersebut juga akan dimanfaatkan untuk budidaya ayam dan telur, yang merupakan sumber protein penting. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun ketahanan pangan yang lebih komprehensif.
Inisiatif ini juga secara langsung mendukung program pemerintah pusat, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Wali Kota Ngatiyana menekankan bahwa GERTAM PARTI berkontribusi pada penyediaan pangan yang berkualitas.
Advertisement
“Dengan memanfaatkan lahan ini, kami ikut mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan inisiatif makan gratis yang menjadi prioritas pemerintah pusat,” ujarnya. Ini menunjukkan sinergi antara program daerah dan nasional demi kesejahteraan masyarakat.
Advertisement
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan Pertanian Cimahi
Keberhasilan program optimalisasi lahan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Acara peluncuran GERTAM PARTI dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dari berbagai instansi.
Di antaranya adalah Kepala Kejaksaan Negeri Cimahi Nurintan M.N.O. Sirait, perwakilan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0609/Cimahi, serta perwakilan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Cimahi. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen kolektif terhadap ketahanan pangan.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi Tita Mariam, Camat Cimahi Utara Samsul Ma’arif, dan Lurah Cipageran Asep Hendrayana juga turut hadir. Kolaborasi ini diharapkan menjadi pendorong bagi gerakan pertanian lain di Cimahi.
Advertisement
GERTAM PARTI diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam budidaya pertanian. Dengan demikian, optimalisasi lahan Cimahi akan terus berlanjut demi ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews