OJK sebut dua perusahaan tertarik terbitkan green bond

Jumat, 12 Januari 2018 19:01 Reporter : Desi Aditia Ningrum
OJK. ©2013 Merdeka.com/Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Pada akhir tahun 2017 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meluncurkan aturan mengenai green bond atau penerbitan efek bersifat utang berwawasan lingkungan. Aturan itu tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 60/POJK/04 tahun 2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen mengatakan sejauh ini ada 2 perusahaan yang tertarik untuk menerbitkan instrumen green bond.

"Minatnya sih banyak yang aku tahu yang dateng ke aku ada dua," katanya saat di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (12/1).

Akan tetapi dia enggan mengungkapkan identitas dari dua perusahaan tersebut. Hoesen hanya menjelaskan kedua perusahaan tersebut belum pernah menerbitkan obligasi. "Saya belum tahu bisnis modelnya seperti apa tapi sudah ada yang datang ini kan baru sounding nanya-nanya, kalau aku anggap ini tertarik gitu kan," ujarnya.

Menurutnya perusahaan yang bisa menerbitkan green bond hanya perusahaan yang berkaitan dengan konservasi alam. Misalnya saja perusahaan perkebunan dan perhutanan. Meski begitu tidak menutup kemungkinan perusahaan yang bergerak di bidang energi juga turut menerbitkan Green bond.

"Perusahaan yang berkaitan dengan lingkungan hidup tapi ini lebih ke konservasi alam. Ya itu nanti kaitannya pemanfaatannya nanti," tutur Hoesen.

Terkait insentif pajak, juga nantinya akan ada. Akan tetapi Hoesen belum bisa menyampaikan besaran insentif pajaknya. Sebab OJK hingga saat ini belum mengajukan secara resmi mengenai insentif pajak kepada pihak terkait.

"Semua pelaku jasa keuangan umumnya insentif dari pajak," tandasnya. [azz]

Topik berita Terkait:
  1. OJK
  2. Perbankan
  3. Obligasi
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini