Mogok hari ke-4, pekerja lokal tutup akses pelabuhan Freeport
Merdeka.com - Ketegangan antara para pekerja lokal berasal dari tujuh suku di Timika, Papua, dengan pengelola PT Freeport Indonesia memasuki hari keempat. Saat ini, pekerja tidak hanya memblokade akses menuju tambang terbuka Grasberg, tetapi juga akses menuju pelabuhan milik perusahaan berinduk di Amerika Serikat itu.
"Suasana masih tegang. Tak ada orang bertanggung jawab (in-charge) di lokasi tambang," kata seorang sumber internal merdeka.com, di Timika, Rabu (26/11).
Berdasarkan informasi, sebanyak 800 personel brimob sudah diturunkan mengamankan lokasi tambang sejak semalam. Situasi memanas ini berdampak pada pembatalan kunjungan ke lokasi tambang oleh pejabat Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian ESDM, dan Kedutaan Besar Kanada di Indonesia sedianya dilakukan pekan ini
Seperti diberitakan sebelumnya, pekerja lokal menuntut perlakuan adil. Mereka cemburu lantaran sejumlah karyawan Freeport tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) lolos dari sanksi setelah mengancam bakal mogok kerja.
Pekerja lokal menuntut pengelola mencabut kesepakatan dengan SPSI. Salah satunya soal pembentukan dewan arbitrase, berfungsi menyelesaikan setiap perselisihan antara serikat pekerja dan pengelola Freeport.
Dewan tersebut terdiri dari tiga orang, masing-masing mewakili serikat pekerja, pengelola, dan independen.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya