Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, berencana melakukan transformasi besar di Kawasan Menteng, Jakarta. Kawasan ini akan diubah menjadi area tematik, salah satunya sebagai kampung kuliner, yang diharapkan terwujud pada tahun 2026.
Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam penataan kawasan kumuh secara bertahap dan berkelanjutan.
Implementasi program ini akan melibatkan kolaborasi erat dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Maruarar Sirait menegaskan pentingnya dialog dengan warga sebagai fondasi utama sebelum setiap kebijakan publik dijalankan.
Advertisement
Advertisement
Menteri PKP Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, menekankan bahwa partisipasi aktif masyarakat adalah kunci keberhasilan program. Ia menyatakan bahwa setiap rencana kebijakan harus diawali dengan dialog intensif bersama warga setempat.
Pendekatan ini memastikan bahwa program yang dijalankan mendapatkan dukungan penuh dan persetujuan dari komunitas. Tujuannya adalah agar transformasi ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi semua pihak.
Dengan melibatkan masyarakat sejak awal, diharapkan program ini tidak hanya sekadar pembangunan fisik. Namun juga menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan yang lebih baik. Transformasi ini diharapkan mampu menjadi model penataan kawasan perkotaan yang partisipatif.
Advertisement
Advertisement
Kementerian PKP secara konsisten mendorong penataan kawasan kumuh melalui pendekatan gotong royong tanpa bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Upaya ini telah dimulai di Kelurahan Menteng, Jakarta, menunjukkan semangat kebersamaan yang kuat.
Sebagai bukti nyata, saat ini sudah ada dua unit rumah di Menteng yang sedang direnovasi dengan semangat kolaborasi ini. Progres renovasi telah mencapai 70 persen dan ditargetkan selesai pada pertengahan Januari 2026.
“Ini contoh nyata bahwa dengan kolaborasi, perbaikan hunian bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujar Ara. Ke depan, Kementerian PKP berencana merenovasi sekitar 50 rumah lainnya.
Advertisement
Penataan ini juga mencakup perbaikan kawasan kumuh di sekitarnya, tetap dengan skema non-APBN. Model pendanaan dan pelaksanaan ini menunjukkan inovasi dalam pembangunan infrastruktur permukiman.
Advertisement
Kolaborasi lintas pihak menjadi elemen krusial dalam proyek transformasi Kawasan Menteng ini. Salah satu mitra penting adalah Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), yang akan memberikan kontribusi signifikan.
IAI akan membantu dalam penyusunan desain rumah dan keseluruhan kawasan secara profesional dan gratis. Keterlibatan para ahli ini memastikan hasil penataan yang estetis dan fungsional.
“Kami ingin penataan kawasan ini tidak hanya memperbaiki rumah, tetapi juga lingkungan,” kata Maruarar Sirait. Dengan desain yang terencana, diharapkan kawasan Menteng menjadi lebih tertata dan layak huni.
Advertisement
Pendekatan holistik ini mencerminkan komitmen untuk menciptakan lingkungan hidup yang berkualitas. Hal ini sekaligus memberdayakan masyarakat melalui pembangunan yang berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews